Senin, 13 April 2026

29 Kompleks Pelacuran di Jatim Ditutup, 20 Lainnya Menyusul

Data yang tercatat di Kementerian Sosial, ada sekitar 49 lokalisasi prostitusi di Jatim. Dari jumlah itu sudah 29 lokalisasi yang telah ditutup.

Editor: Hasanudin Aco
KOMPAS.com/Yatimul Ainun
Ratusan warga memblokir jalan masuk ke Gang Dolly. Mereka menolak penutupan gang Doolly oleh Pemkot Surabaya. Rabu (18/6/2014). Namun kini Dolly sudah ditutup. 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Progam pemerintah untuk menutup tempat kompleks pelacuran di berbagai daerah tetap jalan terus. Namun sebelum lokalisasi ditutup para penghuninya dibekali dengan berbagai keterampilan.

Data yang tercatat di Kementerian Sosial, ada sekitar 49 lokalisasi prostitusi di Jatim. Dari jumlah itu sudah 29 lokalisasi yang telah ditutup.

"Untuk penutupan lokalisasi ini merupakan inisiatif lokal. Tugas Kementerian Sosial membantu uang saku dan bekal eks PSK kembali ke rumahnya," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa usai menghadiri Harlah ke69 Muslimat NU di Graha Muslimat Kabupaten Kediri, Minggu (29/3/2015).

Diungkapkan Khofifah, untuk santunan mucikari dan warga terdampak lainnya menjadi tugas dari masing-masing pemerintah daerah. "Saat ini prosesnya terus bergulir," tambahnya.

Diakui Khofifah, dari seluruh Indonesia, Jawa Timur tercatat yang tertinggi jumlah lokalisasinya berikut ribuan PSK. Namun suplier PSK tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Diharapkan setelah penutupan lokalisasi tidak dibuka kembali. Sedangkan PSK dan mucikari diharapkan tidak kembali lagi menekuni profesinya.

Ditambahkan Khofifah, jika persoalan prostitusi akibat masalah ekonomi, maka usaha ekonomi produktif harus disiapkan. Salah satunya dipersiapkan life skill atau vocational training.

Sehingga dengan mempunyai modal ketrampilan dapat mengembangkan usaha ekonomi produktif. "Skilnya yang menyiapkan daerah," tambahnya.

Sejumlah lokalisasi di Jatim yang telah ditutup pemerintah di antaranya Lokalisasi Gang Dolly di Kota Surabaya, Guyangan di Kabupaten Nganjuk serta Lokalisasi Ngujang dan Ngunut di Kabupaten Tulungagung.

Namun ada indikasi karena lemahnya regulasi dan pengawasan, ada lokalisasi yang telah ditutup diam-diam membuka praktik lagi. Salah satunya lokalisasi Ngujang dan Ngunut.

Penulis: Didik Mashudi

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved