Kartu Ariani Masih Tercantol di ATM, Catur Nekat Tarik Rp 8 Juta
Catur mengaku menarik uang sebanyak delapan kali dengan nominal Rp 1 juta atau total Rp 8 juta. Uang itu kemudian ia tabungkan.
TRIBUNNEWS.COM, KARANGASEM - Ni Komang Ariani menyadari tabungannya tiba-tiba terkuras lewat notifikasi SMS. Ia mengaku lupa mengambil kartu ATM yang masih di dalam mesin ATM usai menarik uang Rp 1,9 juta.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kota Amlapura.
Kapolsek Kota, Kompol Anwar Sasmito mengatakan peristiwa ini terjadi karena keteledoran korban yang tak mengambil kartu ATM usai transaksi.
Hanya beberapa jam setelah pelaporan, pelaku yang bernama I Ketut Catur Arianto ditangkap petugas di tempat kerjanya, di Desa Jasri, Karangasem.
"Saat saya akan menarik uang, saya lihat ada kartu di mesin ATM. Masih aktif, dan saya coba tarik uang, ternyata bisa," aku Catur saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota.
Catur mengaku menarik uang sebanyak delapan kali dengan nominal Rp 1 juta atau total Rp 8 juta. Uang itu kemudian ia tabungkan.
Pria yang bekerja di vila ini merasa tidak enak dan langsung membuat rekening tabungan baru dengan saldo awal uang Ariani itu.
Menurut Kompol Anwar Sasmito, penangkapan pelaku bisa cepat karena adanya kerja sama antara bank dan kepolisian.
"Anggota langsung menelepon pihak BNI Pusat (Denpasar) untuk membuka CCTV. Anggota kami sempat menunggu pelaku karena lama datangnya," ujar Sasmito.
"Itu uang orang lain, pelaku ingin memilikinya. Itu kan namanya pencurian. Pastinya kami tahan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/petugas-saat-memeriksa-pembobol-atm-i-ketut-catur-arianto_20150409_143446.jpg)