Ibu Hamil Lima Bulan Nekat Curi Helm Lantaran Suami Pengangguran
Wiwin, ibu rumah tangga yang hamil enam bulan terpaksa mencuri helm untuk membiayai hidupnya. Sementara suaminya menganggur dan tak menafkahi keluarga
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Taufik
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ibu rumah tangga asal Lumajang, Jawa Timur nekat menjadi pencuri demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Perempuan yang tinggal di Ambengan Selatan, Surabaya itu mencuri karena suaminya pengangguran.
Perempuan bernama Wiwin dan berusia 32 tahun ini mengaku harus melunasi banyak utang. Sehingga ia terpaksa menggunakan cara haram untuk menutup utangnya yang menumpuk, sementara suaminya tak memberi nafkah.
Biasanya Wiwin mencuri helm di lahan parkir mal. Selama dua pekan ia sudah beraksi enam kali dan berhasil menggasak 14 helm di parkiran Delta Plaza Surabaya. Helm yang terkait di dalam jok sepeda motor mudah diambil Wiwin.
"Tidak pakai alat apapun. Helm cukup ditekan ke bawah dengan tenaga yang cukup, kaitan besi itu terlepas. Helm kemudian saya masukkan ke tas plastik untuk saya bawa keluar dari area parkir,” ujar Wiwin di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/4/2015).
Selain lihai mencuri, ia juga memiliki strategi agar tak tertangkap. Di antaranya memilih waktu malam hari untuk mencuri. Itu pun hanya Senin, Rabu dan Sabtu, agar petugas parkir tidak menghafal dirinya.
Wiwin tak sendiri. Ia berbagi tugas dengan rekannya. Sementara Wiwin mencuri helem dari parkiran, rekannya Sriati menunggu di luar dan bertugas menjual helm-helm hasil curian.
Setiap helm hasil curian biasa dijual Rp 90 ribu. Tiap helem yang dijual Sriati mendapat bagian Rp 5 ribu. "Yang saya ambil selalu helm yang banyak dicari orang, merek INK dan KYT. Kalau tidak merek itu, tidak laku dijual," akunya.
Aksinya tertangkap oleh petugas keamana mal yang langsung menyerahkan Wiwin ke Polsek Genteng awal Januari lalu. Wiwin ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel begitu juga rekannya Sriati. Perkara keduanya masih berjalan di persidangan.
Di persidangan Wiwin sempat menangis ketika majelis hakim yang dipimpin Sri Purnamawati menanyakan kondisi kehamilannya yang berjalan lima bulan. Ia terancam melahirkan buah hatinya di dalam penjara.
"Saya hamil bu hakim, saya menyesal. Saya benar-benar menyesali perbuatan ini. Saya terpaksa melakukan semua itu karena banyak utang, sedangkan suami tidak bekerja,” jawab Wiwin sambil menangis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wiwin_20150501_042347.jpg)