Breaking News:

Listrik Mati, Penonton Laga Mayweather dan Pacquiao Salahkan PLN

Sebab, mereka tak bisa menyaksikan siaran langsung tinju dunia antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather di televisi.

Reuters
May Weather terdesak di pojok ring oleh serangan Manny Pacquiao 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Sejumlah penggemar tinju yang bermukim di Kelurahan Oeba dan Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kecewa dan geram karena tak bisa menyaksikan siaran langsung tinju dunia antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather di televisi.

Pasalnya, terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

Blasius, Yohanis dan Rio, warga Oeba, mengatakan, pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 10.15 Wita, saat pertandingan tinju partai tambahan baru berlangsung tiga ronde.

“Pelayanan PLN Kupang ini benar-benar sangat mengecewakan kita. Padahal tinju antara Pacquiao dan Mayweather ini sangat seru dan kita sudah tunggu-tunggu sejak lama. Baru saja kita hendak nonton, tiba-tiba listrik padam, tanpa pemberitahuan kepada kita sebagai pelanggan,” keluh Blasius, Minggu (3/5/2015).

Blasius dan warga lainnya terpaksa harus mendatangi keluarga mereka di kelurahan lainnya yang tidak mengalami pemadaman listrik demi menyaksikan tinju terbesar di abad ini.

Pelayanan PLN, lanjut Blasius, tidak pernah sekalipun menyenangkan konsumen sehingga dirinya berharap agar pimpinan PLN segera meminta maaf secara terbuka melalui media massa kepada para pelanggan yang sudah terlanjur dibuat kecewa berulang kali.

“Dari kemarin-kemarin listrik tidak padam. Kenapa pada saat kita sementara mau nonton acara tinju kok tiba-tiba padam. Lucunya lagi, listrik hidup pada saat tinju sudah selesai atau sekitar pukul 13.00 Wita,” kata Blasius.

Terkait hal itu, Manajer Area PT PLN Persero Kupang Maria Goreti Indrawati Gunawan mengatakan pemadaman listrik itu karena pembangkit listrik tenaga uap masih dalam pemeliharaan sehingga kekurangan pasokan daya sehingga mengalami defisit.

“Kami akan berusaha untuk secepatnya melakukan penormalan kembali,” kata Maria Goreti singkat.

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved