Pembunuh Wanita Dengan Delapan Tusukan di Hotel Berhasil Dibekuk
Tersangka kasus pembunuh Yulita Wulandari (33) yang tewas di kamar Hotel Setia Kawan, Solo, akhirnya berhasil diringkus
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Tersangka kasus pembunuh Yulita Wulandari (33) yang tewas di kamar Hotel Setia Kawan, Solo, akhirnya berhasil diringkus oleh tim Polresta Solo.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfi menuturkan, tersangka bernama Nanang Aryanto (20) berhasil ditangkap saat main voli di lapangan dekat kediamannya di Dusun Sungkruk RT 1 RW 7, Desa Ngrandak, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Selasa (5/5/2015) pukul 16.45.
"Tersangka tidak menyangka kalau kami melakukan pengejaran sampai ke Grobogan. Saat ditangkap, dia sedang main voli seolah-olah merasa tidak bersalah," ujar Kapolresta, Rabu (6/5/2015).
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua telepon genggam, sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik korban, hingga pisau lipat yang digunakan untuk membunuh korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tewas di kamar Hotel Setia Kawan, Kestalan, Solo, Senin (4/5/2015) malam.
Korban bernama Yulita yang merupakan warga Mojolaban, Sukoharjo, didapati tergeletak dan ada delapan tusukan di badannya serta leher yang terluka karena jeratan.
Nanang Aryanto (20) yang menjadi tersangka pembunuh Yulita mengaku baru kenal dengan korban selama dua minggu. Perkenalan mereka terjadi melalui situs media sosial, Facebook. Yulita memakai nama akun Yulita Wulandari dan Nanang menggunakan Om'e Rehan Brs.
Kenalan lewat Facebook dan kemarin (Senin-Red), baru pertama kali bertemu di Solo," ujar tersangka yang mengaku bekerja sebagai kuli bangunan saat ditemui di Mapolresta Solo.
Dia juga mengaku saat pertemuan itu dia datang dari Cikampek, Karawang, Jawa Barat, dan mengajak bertemu Yulita di taman dekat Terminal Tirtonadi, Solo. Usai bertemu, keduanya memutuskan untuk beistirahat dan berkencan di Hotel Setia Kawan, Kestalan, Solo sekitar pukul 18.00.
Saat berada di dalam kamar nomor satu ini, Yulita dan Nanang melakukan hubungan layaknya suami istri.
Niat membunuh Nanang muncul saat Yulita ditelepon seorang pria sekitar pukul 23.00. Karena saat ditelepon Yulita terkesan sangat mesra, membuat Nanang terbakar api cemburu.
"Saya lihat di BBM (Blackberry Messenger) dia, ada ungkapan-ungkapan mesra dari seorang pria. Padahal saya ingin serius menikahinya," sambungnya.
Nanang akhirnya kilap dan menggunakan pisau lipat yang selalu dibawanya untuk menusuk Yulita sebanyak delapan kali serta mencekiknya menggunakan seprai kasur.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfi menuturkan, sebenarnya petugas hotel mendengar teriakan minta tolong dari kamar hotel.
"Akan tetapi saat kamar diketuk, Nanang keluar dan mengatakan kalau ini urusan keluarga dan meminta karyawan hotel tidak ikut campur," ujar Kapolresta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembunuh-wanita-solo_20150507_111011.jpg)