Bripdan Ulfa Meninggal di Meja Operasi Saat Periksakan Benjolan Kecil di Bawah Rahang
Bripda Kiki Ulfa (21) anggota Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polsek Pulau Pinang meninggal dunia saat menjalani operasi
TRIBUNNEWS.COM, LAHAT -- Bripda Kiki Ulfa (21) anggota Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polsek Pulau Pinang meninggal dunia saat menjalani operasi di ruang operasi Rumah Sakit DKT Lahat, Selasa malam (12/5).
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab meninggalnya polwan berpangkat Brigadir Dua (Bripda) ini.
Tapi tim Dokkes Polda Sumsel, bersama tim dokter RSUD Lahat dan DKT Lahat, telah melakukan otopsi terhadap jenazah Kiki Ulfa, di kamar mayat RSUD Lahat, Kamis (14/5).
Kapolres Lahat, AKBP Wira Satya Triputra SIk MH mengungkapkan turut berduka atas berpulangnya Kiki Ulfa. Kendati demikian dirinya tidak menapik adanya otopsi atas meninggalnya anggotanya tersebut.
"Dilakukan otopsi hal ini karena keluarga keberatan soal kematian almarhumah,"ungkap Wira, usai pemakaman almarhumah di TPU Kota Baru, Kota Lahat, Kamis (14/5).
Atas permohonan keluarga tersebut, tegas Wira pihaknya mengakomodir keinginan keluarga untuk melakukan otopsi, hingga mendatangkan Tim Dokkes Polda Sumsel, dengan tujuan mengetahui penyebab kematian yang sebenarnya. Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui hasilnya.
Wira juga belum mengetahui penyakit yang diderita anggotanya, yang diperbantukan di bagian SKCK Satintelkam Polres Lahat.
Menurutnya, Selasa pagi (12/5), Kiki Ulpa yang merupakan warga Gang Serasan, Kelurahan Kota Baru, Kota Lahat ini, masih mengikuti apel pagi di Mapolres Lahat. Selasa siang, Kiki Ulpa izin kepada Kasat Intelkam untuk berobat.
"Kita belum tahu sakitnya apa, akan kita pertanyakan kepada keluarganya. Tapi saat ini kondisinya masih syok dan belum bisa diajak komunikasi,"ujarnya.
Sementara itu, pihak keluarga Fauzan Khoiri Denin, menuturkan pihak keluarga hanya ingin memastikan, penyebab kematian almarhumah.
Sebab, saat pergi ke RS DKT Lahat, Kiki bersama keluarga hanya ingin mengobati ada benjolan yang muncul di bawah rahang.
Namun, setelah masuk ruang operasi sekitar pukul 20.00 WIB, kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa malam, tim dokter menyatakan Kiki sudah meninggal.
"Secara agama Islam kita sudah sangat iklas. Namun kami ingin mengetahui penyebab meninggalnya almarhuma karena begitu cepat,"terang Fauzan, yang tak lain paman Kiki.
Fauzan mengaku, ponakannya tersebut hanya mengidap benjolan kecil di bawah rahangnya. Sehingga keluarga merasa kematian Kiki yang begitu cepat.
Apalagi, saat pergi ke rumah sakit, anak bungsu dari tiga bersaudara itu, tidak ada tanda-tanda penyakit yang begitu membahayakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemakaman-bripda-kiki-ulfa_20150514_224447.jpg)