Wanita Pegawai Honorer Tewas Bersimbah Darah, Oknum TNI Diduga Jadi Dalangnya
Tampak juga beberapa anggota TNI berpakaian preman dan berpakaian dinas mendatangi Mapolsekta Sunggal
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -Warga di seputaran Jalan Lintas Sumatera Lubukpakam, tepatnya di depan Rumah Sakit Medistra, digegerkan dengan ditemukannya seorang wanita bersimbah darah, akibat luka tusukan di bagian perut, Rabu (13/5/2015) dinihari.
Belakangan diketahui perempuan tersebut bernama Rifi Hamdani (30) warga Dusun III, Desa Pantai Gemih, Stabat, Langkat yang bekerja sebagai pegawai honorer di Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Langkat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, sebelum ditemukan tewas, dua pelaku yang diduga sebagai oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Aris Siregar dan rekannya yang belum diketahui identitasnya menghubungi Ifan yang merupakan rekan Rifi untuk menyewa mobil (Rental) melalui telepon seluler.
Ifan (teman Rifi) kini diperiksa oleh penyidik Polsek Sunggal. Tampak juga beberapa anggota TNI berpakaian preman dan berpakaian dinas mendatangi Mapolsekta Sunggal sembari memintai keterangan kepada kedua saksi itu.
Sedangkan kakak ipar Ifan, yang menolak namanya untuk dipublikasi ke media, menyatakan malam sebelum kejadian Ifan menelepon Rifi untuk mempertanyakan mobil yang bisa dirental.
"Malam itu, adik ipar saya (Ifan) nelpon Rifi dan bertanya ada mobil kau (Rifi) yang bisa dirental. Terus Rifi bilang ada dan langsung membawa mobil Avanzanya," katanya di perkarangan Polsek Medan Sunggal.
Setelah itu, Rifi bersama Safruddin (pamanya) datang ke rumah Ifan dan ketiganya langsung bertemu kedua pelaku. Tapi, dia tak pengetahui posisi pertemuan kedua pelaku tersebut. Namun, mereka mendatangi penyewa mobil tersebut di Sunggal.
"Rifi (korban) datang sama pamannya (Safruddin) ke rumah Ifan. Abis itu mereka pergi untuk bertemu dengan Aris dan temannya di kawasan Sunggal," ujar perempuan berbadan gempal itu.
Selain itu, lanjut dia, setiba bertemu dengan kedua pelaku, merekapun bergegas untuk menjemput seorang wanita di kawasan Medan Sunggal.
"Setelah mereka jumpa, Aris dan temannya langsung masuk ke dalam mobil Rifi. Kemudian, Aris menyuruh Rifi untuk menjemput teman wanitanya di kawasan Sunggal juga," ucapnya.
Tak hanya itu, Aris sempat meminta kepada Ifan agar mobil tersebut bisa lepas kunci. Tapi, Rifi menolak permintaan Ifan tersebut. Sehingga, harus ada driver (sopir).
"Rifi nggak kasih saat itu. Abis itu, Aris pun menyuruh Ifan dan pamannya untuk turun di Jalan dan di kasih ongkos pulang sama Aris. Kemudian, mereka menyewa mobil itu dan Rifi sebagai sopirnya," tuturnya.
Dia menjelaskan, besar kemungkinan korban tidak menduga peristiwa pembunuhan terjadi. Sehingga, Rifi membawa kedua pelaku serta seorang teman wanitanya untuk keluar Kota Medan.
"Saya tidak tahu mereka mau kemana, cuma menyewa mobil aja. Kemudian mendengar kabar Rifi sudah meninggal karena luka tusuk di bagian perut dan dibuang di depan rumah sakit dengan kondisi berdarah-darah. Warga yang melihat Rifi langsung membawa ke ICU," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141013_141732_pisautikammmm.jpg)