Kamis, 9 April 2026

Usai Membacok Tetangganya, Sanit Lari dan Menceburkan Diri ke Sumur

Pelaku yang dikepung massa, kemudian lari bersembunyi menceburkan diri di dalam sumur salah satu warga.

Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Tersangka Karni alias Senit (43) pelaku pembacokan Jaini (40) tetangganya sendiri kasusnya telah diambil alih Polres Kediri.

Pelaku sempat diamankan di Mapolsek Kepung, kemudian dilimpahkan ke Polres Kediri.

"Tersangka Karni dan barang buktinya kini sudah diamankan di Polres Kediri," ungkap AKP Sulistyo, Kapolsek Kepung kepada Surya, Sabtu (13/6/2015).

Tersangka Karni selanjutnya bakal menjalani pemeriksaan kejiwaan. Masalahnya ada riwayat sebagai penderita gangguan jiwa serta pernah dirawat di RSJ Lawang.

Tersangka warga Dusun Campurejo, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tiba-tiba membacok Jaini (40) pada Jumat (12/6/2015) malam.

Kontan saja peristiwa itu membuat heboh warga Desa Brumbung. Apalagi pelaku sempat mengancam warga lainnya yang berniat menolong korban.

Pelaku yang dikepung massa, kemudian lari bersembunyi menceburkan diri di dalam sumur salah satu warga.

Tersangka kemudian dievakuasi dari dalam sumur setelah petugas kepolisian tiba di TKP.

Sementara korban Jaini yang mengalami luka bacok di punggung, tangan dan dadanya masih menjalani perawan di RS Madinah, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Informasi yang dihimpun Surya, peristiwa pembacokan terjadi saat korban hendak mandi. Kemudian pelaku mendadak menghampiri korban dan langsung mengayunkan senjata jenis pecok.

Akibatnya tangan, dada dan punggungnya mengalami luka sobek serta mengucurkan darah.

Diduga tindakan nekat Karni alias Senit yang tiba-tiba mengamuk karena obat penenangnya habis. Sehingga pelaku tidak bisa mengontrol emosinya.

Menurut penjelasan Camat Kepung Drs Haryono, pelaku selama ini merupakan pasien jiwa serta pernah dirawat beberapa bulan di RSJ Lawang. Pelaku juga rutin mengonsumsi obat-obatan penenang.

Tetangganya menyebutkan pelaku kemungkinan terlambat mengonsumsi obat penenang. Akibatnya tindakannya menjadi tidak terkontrol lagi.

Dalam kondisi normal, Karni tak bedanya dengan orang kebanyakan. Namun jika ada pemicu yang membuatnya stres muncul perilaku abnormalnya.

Pelaku pernah dirawat ke RSJ Lawang selama beberapa bulan karena menderita gangguan jiwa. Dari surat keterangan dari RSJ Lawang, Karni memang menderita gangguan jiwa cukup kronis

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved