Pejabat Polres Terlibat Selingkuh dengan Anggota Bhayangkari Akhirnya Dipecat
Kapolda NTT akhirnya mencopot oknum pejabat di salah satu polres di Pulau Flores karena ketahuan selingkuh dengan anggota bhayangkari.
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Kapolda NTT, Brigjen Pol Drs Endang Sunjaya, S.H, MH, akhirnya mencopot oknum pejabat di salah satu polres di Pulau Flores karena ketahuan selingkuh dengan anggota bhayangkari setempat. Selain dicopot, oknum pejabat polres dan anggota bhayangkari itu juga diberi pembinaan.
"Untuk hal yang yang menurunkan citra kepolisian, khususnya tingkah laku perbuatan secara individu yang kita tahu, saya tidak akan menutupi terjadinya perselingkuhan antara anggota dan bhayangkari atau anggota bhayangkari dengan orang luar," tegas Endang Sunjaya saat ditemui di sela acara kenal pamit Kapolresta Kupang Kota dan Kapolres Sikka di aula Rumah Jabatan Kapolda NTT, Senin (15/6/2015).
Ia mengatakan, terhadap perbuatan seperti, langkah-langkah yang dilakukan yakni pembinaan secara internal terhadap anggota bhayangkari termasuk polwan secara terus menerus. Apalagi, katanya, menjelang bulan puasa mereka diberikan berikan siraman rohani.
"Masalah ini sangat memalukan institusi. Kita tindak secara tegas pelanggaran kode etik atau disiplin. Bagi yang melakukannya kita copot tanpa kompromi. Saya tidak toleransi hal yang seperti itu," katanya.
Dalam sambutannya saat kenal pamit, Endang Sunjaya mengatakan, Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan, S.Ik harus lebih giat untuk turun ke lapangan, melayani masyarakat. Kapolres Kupang Kota sebelumnya dijabat AKBP Musni Arifin, kini mendapat promosi sebagai Wadir Krimsus Polda Jateng. Musni Arifin diganti oleh AKBP Budi Hermawan yang sebelumnya adalah Kapolres Sikka. Kapolres Sikka dijabat oleh AKBP I Made Kusuma, S.Ik.
"Kapolresta Kupang Kota harus lebih giat turun ke lapangan karena tidak ada pimpinan yang hanya komando dalam kamar atau kodamar. Harus turun ke lapangan apapun dia melayani masyarakat, mengatur lalu lintas serta menangani kasus yang mendapat atensi. Jangan sampai kapolda lebih dulu dari Kapolresta Kupang Kota," ujarnya.
Endang Sunjana mengatakan, momentum sertijab sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan tugas yang diemban. Diharapkan pejabat yang dimutasi untuk konsisten terhadap pelaksanaan program kerja sehingga bisa berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran serta memenuhi harapan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140623_210425_selingkuh.jpg)