Rumah Keluarga Kadis Pengairan Aceh Digranat Orang Usai Azan Magrib

Azan Magrib baru saja lewat. Kepala Dinas Pengairan Aceh Samsurizal, istri dan anak-anaknya baru berbuka puasa. Tiba-tiba rumahnya dilempar granat.

Rumah Keluarga Kadis Pengairan Aceh Digranat Orang Usai Azan Magrib
Serambi Indonesia/M Anshar
Rumah Kadis Pengairan Syamsul Rizal di Kompleks Pertanian, Nomor 64, Jalan Tgk Tanoh Abee II, Gampong Kota Baro Lampineung, Kecamatan Kuta Alam, Jumat (19/6/2017), digranat orang. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Misran Asri

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Azan Magrib baru saja berkumandang. Samsurizal, istri dan anak-anaknya menikmati sajian buka puasa. Tiba-tiba saja, suara menggelegar menimpa rumahnya, Jumat (19/6/2015).

Kabar beredar, seorang melemparkan granat ke rumah Kepala Dinas Pengairan Aceh di Kompleks Pertanian, Jalan Tgk Tanoh Abee II, Gampong Kota Baro Lampineung, Kuta Alam, Banda Aceh.

Samsurizal, istri dan anak-anaknya selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tapi, suara ledakan granat yang menimpa rumah Samsurizal sampai terdengar sampai radius 100 meter. 

Pantauan Serambinews.com di lokasi, aparat kepolisian menyisir lokasi dan dipimpin langsung Kapolresta Banda Aceh, Kombes Polisi Zulkifli beserta jajarannya.

Meski tak memakan korban jiwa, lemparan granat itu sampai meretakkan kaca mobil Toyota Innova BL 321 AA dan Nissan X-Trail BL 233 AA. Bahkan ada mobil yang tankinya bocor. 

Tembok pintu gerbang rumah Samsurizal pun berlubang karena serpihan granat. Sementara satu unit sepeda motor Mega Pro BL 2006 AG milik tetangga Samsurizal, juga bocor tankinya.

Kepolisian langsung menurunkan Tim Jibom Gegana Satuan Brimob Polda Aceh untuk mensterilisasi dan mencari kemungkinan bahan peledak yang masih tersisa dan berpotensi meledak.


Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved