Minggu, 12 April 2026

Aniaya Tukang Parkir, Oknum Anggota Polda DIY Dikeroyok Massa

Seorang anggota Polda DIY harus mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, setelah anggota polisi tersebut menjadi korban amuk massa.

Editor: Sugiyarto
TRIBUNJOGJA.COM | Padang Pranoto
Polisi dikeroyok massa karena dianggap berbuat arogan. Peristiwa itu terjadi di depan toko emas, perbatasan DIY-Klaten, Dukuh Koplak, Kebondalem Kidul, Prambanan. Selasa (7/7/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNNEWS.COM , KLATEN - Seorang anggota Polda DIY harus mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, setelah anggota polisi tersebut menjadi korban amuk massa.

Akar peristiwa yang terjadi di Dukuh Koplak, Kebondalem Kidul, Prambanan-Klaten, diduga karena salah paham, antara oknum polisi dan petugas parkir di toko emas Semar Jawa, yang terjadi tiga hari silam, Minggu (5/7/2015).

Adalah Brigadir Tony Pamungkas, oknum dari Polda DIY, diduga melakukan aksi kekerasan kepada petugas parkir, Catur Yudha setiawan (40), Sulistyo (19) dan Hartanto (27).

Sebab tak tahan ditindas, akhirnya mereka pun mengadakan perlawanan pada Selasa (7/7/2015).

Menurut Catur, peristiwa bermula pada hari Minggu siang. Saat itu Toni dan istrinya sedang selesai bertransaksi di toko emas yang dijaga oleh anak buah Catur.

Namun ketika dimintai uang parkir, oknum berpakaian preman tersebut justru tidak terima dan memukul serta menodong petugas parkir, Hartanto, dengan pistol .

Mendapatkan, perlakuan tersebut Hartanto langsung melaporkan peristiwa kepada Polsek Prambanan-Klaten.

Namun karena kesakitan, pada Senin (6/7/2015) ia tidak berangkat kerja.

polisi koboi

Tidak selesai sampai disitu, pada Senin (6/7/2015) oknum tersebut kembali mengulang aksi 'koboinya'. Kali ini menimpa Sulistyo (17) yang menggantikan Hartanto.

Saat menjaga parkir di tempat yang sama, oknum tersebut sengaja menabrakkan kendaraannya ke badan Sulis. Meskipun tak terluka parah, namun hal itu menimbulkan trauma.

"Di hari kedua itu, ia (oknum polisi) menggeber mobilnya lantas memasukan gigi perseneleng hingga mengenai badan Sulis," ungkap Catur.

Pada hari ketiga, oknum polisi tersebut kembali melakukan tindak kekerasan. Kali ini pada Selasa (7/7/2015) pukul 11.45, Toni mengajak seorang rekannya.

Dengan mengendarai motor, setelah memarkir kendaraan, ia menanyakan keberadaan Hartanto kepada Sulis.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved