Pilkada Serentak
Koalisi Majapahit Terbentuk karena Risma Terlalu Pede
PKB bergabung dengan Koalisi Majapahit di Pilkada Surabaya akan bertarung melawan pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung dengan Koalisi Majapahit di Pilkada Surabaya. Mereka akan bertarung melawan pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana yang diusung PDI Perjuangan.
Ketua Bapilu PKB Bambang Susanto menuturkan alasan pembentukan koalisi tersebut. Hal itu terkait dengan dinamika dan konstelasi politik di Kota Surabaya.
"Memang Bu Risma ini ya karena mungkin sudah terlalu pede (percaya diri) dengan kepopuleran. PDIP juga yakin akan menang karena jumlah kursi banyak. Mungkin dia beranggapan tidak butuh kerja sama dengan partai lain," kata
Bambang Susanto di kediaman Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ciganjur, Minggu (26/7/2015).
Dengan melihat kenyataan itu, partai-partai akhirnya melakukan komunikasi dan membentuk koalisi. Diketahui, keenam partai anggota koalisi Majapahit adalah, Partai Gerindra (5 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (5 kursi), Partai Golkar (4 kursi), Partai Amanat Nasional (4 kursi), dan Partai Keadilan Sejahtera (5 kursi).
Bambang mengatakan sebelumnya partai-partai telah berkomunikasi dan memberikan sinyal untuk merapat ke pasangan tersebut. Namun sayangnya sinyal tersebut tidak direspon.
"Jadi sinyal itu kan sudah kita sampaikan jauh sebelumnya. Sinyal sudah cukup. Kita yakin Bu Risma populernya ketokohannya bagus. PDIP sebagai pengusung juga punya porsi yang relatif banyak. Partai-partai lain kan memberi sinyal untuk merapat. Bagaimana untuk ikut mendukung. Tapi dalam perjalanannya, sinyal itu nggak direspon," jelasnya.
Hingga kini Koalisi Majapahit belum mengajukan calon yang akan diusung di Pilkada Surabaya. Bambang mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah hal. Mengenai survei, ia mengakui waktunya cukup terbatas. Pasalnya, pendaftaran pasangan calon kepala daerah berakhir Selasa (28/7/2015) besok.
"Kalau kita mau lakukan survey, takutnya tidak cukup waktu lagi. Karena kan nanti harus didaftar besok sampe Selasa, jadi harus gerak cepat. Tapi kita pastikan yang kita putuskan nanti itu pasangan yang layak jual," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/koalisi-majapahit_20150709_214528.jpg)