Muktamar Nahdlatul Ulama
Foto-foto 'Gokil' Gus Dur Ada di Muktamar NU
Beragam ekspresi dan kegiatan Gus Dur terekam dalam foto para mantan jurnalis istana tersebut
TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - Mantan Presiden RI yang mantan Ketua Umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang tokoh kontroversial yang tak pernah kering menginspirasi banyak orang. Ia juga gokil, istilah anak muda.
Kali ini, foto-foto cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari hasil jepretan para jurnalis foto yang pernah bertugas di istana negara semasa Gus Dur menjadi presiden, dipamerkan bersamaan dimulainya Muktamar NU ke-33 di Jombang, Sabtu (1/8/2015).
Pembukaan pameran dilakukan Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Gus Dur. Dalam pameran di Rumah Budaya Menebar Energi Positif (MEP) Jalan KH Agus Salim, sekitar satu kilometer dari Alun-alun Jombang, dipajang sekitar 50 foto Gus Dur semasa hidup, dan bahkan setelah wafat.
Beragam ekspresi dan kegiatan Gus Dur terekam dalam foto para mantan jurnalis istana tersebut. Mulai dari Gus Dur berjalan bergandengan tangan dengan Megawati dan Yasser Arafat, hingga Gus Dur menguap.
Namun yang barangkali menggelitik, adalah foto ketika Gus Dur memamerkan uang Rp 5.000 kepada Megawati di areal makam Sunan Ampel. Dalam foto karya Dodo Hawe (fotografer SURYA), terlihat Megawati tertawa lebar saat Gus Dur memamerkan uang recehan Rp 5.000.
Menurut Dodo Hawe, momen pertemuan Megawati dan Gus Dur yang diabadikannya itu terjadi pada 1994. Saat itu kedua tokoh tersebut sedang menjadi incaran rezim Orde Baru. Makanya, pertemuan keduanya dikemas dalam bentuk ziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya.
Sebagai jurnalis foto, Dodo yakin momen itu layak untuk diabadikan. Makanya ia rela menyanggong pertemuan itu hingga larut mala
Namun tepat pukul 00.30 WIB, Dodo Hawe yang punya nama lengkap Wahyudi Hari Widodo ini melihat kedua tokoh tersebut berada di musala areal makam, dekat tempat wudlu.
Di situ Gus Dur bercerita kepada Megawati, dirinya baru saja menerima salam tempel dari warga NU. Uang itu lantas ia pamerkan ke Megawati Soekarnputri. Saat Gus Dur memamerkan uang itulah, saya ambil gambarnya. Saya bahkan sempat terjatuh sebelum menjepretnya,” kata Dodo Hawe.
Dodo berkisah, selain foto Gus Dur memamerkan uang Rp 5.000, masih puluhan foto karyanya dipamerkan untuk meramaikan Muktamar NU ke-33 di Jombang ini.
“Hasil jepretan saya paling banyak jumlahnya karena hasil karya teman-teman lain banyak sudah hilang negatif-nya. Maklum saja, saat itu masih menggunakan kamera analog, dan teman-teman tidak rajin mengarsip,” tutur Dodo.
Selain Gus Dur memamerkan uang Rp 5.000 tersebut, Dodo juga memamerkan foto saat Gus Dur berpidato dan menyebut DPR sebagai taman kanak-kanak, serta ketika Gus Dur menguap.
“Saat itu beliau sudah menjadi presiden. Ciri beliau itu gampang tidur. Maka untuk memvisualkannya, saya ambil ekspresi ketika menguap. Saya sempat menunggu sampai dua jam hanya untuk menunggu beliau menguap,” kisah Dodo perihal foto Gus Dur menguap.
Namun foto tersebut tidak sampai tayang di media (SURYA), karena redakturnya saat tidak berani memuatnya. “Redaksi saya bilang, ‘kalau ekspresi foto seperti yang ‘nggak’ berani muat!” kata Gus Dur.
m. Jurnalis lainnya yang tidak sabar, memilih pulang.
Hj Sinta sendiri mengemukakan sebenarnya masih banyak foto Gus Dur yang terbilang biasa namun mempunyai nilai, atau sejarah luar biasa. Seperti ketika Gus Dur berpelukan dengan pemimpin tertinggi Vatikan di Roma, Paus Paulus.
"Menurut saya, ini lebih bermakna, karena merupakan simbol toleransi antar-umat beragama. Kalau bergandengan tangan dengan Megawati atau Yasser Arafat, saya kira agak biasa karena sesama muslim,” kata mantan ibu negara itu. (Sutono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mantan-fotografer-istana-negara-dodo-hawe-kiri-di-depan_20150801_191405.jpg)