Minggu, 25 Januari 2026

Pemkot Solo Tolak Ojek Online

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajad menolak keberadaan ojek online

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Ilustrasi: Pengojek di Lenteng Agung Jakarta Selatan melarang pengemudi Go-Jek dan Grab Bike masuk di salah satu wilayah mereka 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajad menolak keberadaan ojek online yang marak di sejumlah daerah.

Menurut Yosca, keberadaan ojek online bukanlah solusi untuk penyediaan transportasi yang dapat mengurai kemacetan di Solo.

"Ojek bukanlah angkutan massal dan maraknya ojek pasca tahun 1998 lantaran sulitnya mencari pekerjaan saat itu. Apabila ojek makin marak, tentu malah akan menambah volume kendaraan dan tidak akan mengurai kemacetan," ujarnya, Selasa (18/8/2015).

Yosca menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih tetap fokus untuk menambah angkutan publik yang dapat menampung banyak penumpang tetapi juga ramah lingkungan.

Terkait ojek online, Yosca menuturkan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, organisasi angkutan darat (Organda), dan operator Batik Solo Trans.

"Kami tetap memperioritaskan angkutan massal. Mungkin bisa saja ojek ada di wilayah yang tidak dijangkau angkutan umum. Semuanya masih akan kami koordinasikan," tuturnya. (Suharno)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved