Waritem Tewas Tertimpa Rumahnya Saat Sedang Istirahat di Teras
Janda satu anak ini meregang nyawa usai tertimpa rumahnya sendiri saat duduk- duduk di teras, Kamis (3/9/2015) siang.
TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Tragis. Kata itulah yang tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami oleh Waritem (85), warga Dusun Purworejo, Semugih, Rongkop.
Janda satu anak ini meregang nyawa usai tertimpa rumahnya sendiri saat duduk- duduk di teras, Kamis (3/9/2015) siang.
Waritem ditemukan oleh warga di bawah reruntuhan rumah dalam kondisi mengenaskan. Hampir seluruh bagian tubuhnya memar tertimpa genting dan atap.
Jenasah korban akhirnya bisa dievakuasi setelah puluhan warga menyingkirkan rangka-rangka kayu yang runtuh.
Selama ini Waritem tinggal sendirian di rumah reot berbentuk kampung yang letaknya tepat berada di lereng bukit berbatu.
Beberapa hari terakhir, dia tengah mengalami sakit dan tidak ada orang yang merawatnya.
Anak semata wayangnya selama ini tinggal di Solo Jawa Tengah, sementara Waritem dititipkan kepada tetangganya.
Saat kejadian, Waritem yang sudah sakit-sakitan tengah berbaring di tempat tidur.
Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba tanpa ada sebab yang jelas, rumah reot yang selama bertahun-tahun ditempati ambruk.
Kondisi korban yang sudah berusia lanjut membuatnya tidak bisa menyelamatkan diri sehingga tertimpa bangunan rumahnya.
Banyaknya material yang menimpa membuat tubuh korban mengalami luka cukup parah. Bagian kepala mengalami luka memar paling parah.
“Korban luka parah pada bagian kepala dan tewas seketika tertimpa atap dan tiang rumah,” kata Pj kades Semugih Suharyadi saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui rumah milik Waritem ambruk langsung berusaha menolong korban.
Namun karena kondisinya yang sudah lanjut usia dan banyaknya material rumah yang menimpanya, nyawa Waritem tidak dapat diselamatkan. Korban tewas di lokasi kejadian.
Menurut Dukuh Purworejo Tumino, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda kalau rumah yang didiami oleh Waritem akan ambruk.
Sebab, selain cuaca cukup cerah, kondisi kayu masih cukup kuat.
“Tidak ada tanda-tanda jika musibah akan terjadi karena dari pagi hingga siang cuaca cerah dan angin juga landai,” katanya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140125_003931_aktivitas-korban-tanah-longsor-di-trangkil-semarang.jpg)