Area Halte Bus Trans Sidoarjo Jadi Kandang Kambing
Penelusuran Surya, ada tiga halte Bus Trans Sidoarjo yang belum berfungsi. Satu di antaranya digunakan sebagai lapak penjualan hewan kurban.
Laporan Wartawan Surya, Miftah Faridl
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Bus Trans Sidoarjo meluncur, Senin (21/9/2015), setelah diresmikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, dan Wakil Bupati, Hadi Sutjipto.
Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengklaim uji coba bus hibah bantuan Kementerian Perhubungan tuntas 100 persen, termasuk awak dan halte bus.
"Kita sudah persiapkan semuanya. Sopir terlatih dari Damri plus kondektur," ujar Kepala Dishub Joko Santosa saat peluncuran BTS di Jalan Bligo, Candi.
Surya menyusuri halte-halte yang menjadi pemberhentian BTS di antaranya Taman Pinang, Jalan Pahlawan Lemahputro, Ngaban, Ngampelsari dan Larangan. Sebagian besar pintu halte telah dibuka namun ada juga yang masih tertutup.
Surya mendapati tiga halte yang tidak berfungsi. Pertama, Halte Ngaban di Kecamatan Candi. Selain pintu masih terutup, area akses keluar halte jadi lapak penjualan hewan kurban.
Tidak ada petugas di dalam atau di sekitar halte. Pengguna jalan juga leluasa berhenti di area pemberhentian bus sembari menawar kambing. Tidak ada hiruk pikuk yang menunjukkan bus berkelir biru itu hendak berhenti dan melintasi halte.
Lain lagi di Halte Ngampelsari, Tanggulangin. Halte ini tak bisa berfungsi sama sekali. Pasalnya, area masuk ke halte terutup bahan bangunan proyek. Beberapa pekerja proyek tampak membuat lubang di jalur masuk halte.
Halte lain yang bermasalah adalah Halte Taman Pinang. Halte yang ditengarai salah bangun itu juga belum dilengkapi tangga portabel dan separuh bangunan berada di dalam taman sehingga tidak mungkin dilewati bus berbadan besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/halte-bus-sidoarjo_20150921_162023.jpg)