PSK Disuruh Baca Istighfar Langsung Menangis
Agar mencari pekerjaan yang benar, supaya uang yang dibuat memberi makan keluarganya jadi berkah.
TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Gagal mendapatkan hasil pada razia pertama, Polres Blitar kembali mendatangi eks lokalisasi Mbah Gampeng, yang berlokasi di Desa Ngereco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Minggu (18/10/2015) dini hari.
Hasilnya, 17 PSK dan dua pemilik warung, yang ada di eks lokalisasi itu diamankan. Setelah menginap di Polres Blitar semalam, Minggu siang mereka dipulangkan.
Namun, sebelum dipulangkan, mereka diberi nasihat dan diingatkan, bahwa pekerjaannya itu salah.
Mereka disarankan, agar mencari pekerjaan yang benar, supaya uang yang dibuat memberi makan keluarganya jadi berkah.
Sambil diberi nasihat, mereka juga diajak membaca istigfar.
Tak pelak, saat membaca doa toyyibah (pengampunan) itu, banyak yang tak kuasa, meneteskan air matanya.
Seperti Ny Ryt (40), warga asal Kabupaten Blitar ini tampak sesenggukkan. Katanya, ia merasa keliru apa yang diperbuat selama ini. Namun, itu keadaan yang membuat dirinya seperti itu.
"Nelangsa mas, perasaanku ini. Berat-beratnya mencari makan, buat menghidupi anak, saya harus sampai seperti ini. Malah, saat baca tadi, saya ingat kedua anak saya dan suami saya, yang sudah tiga tahun pamitan kerja ke Pontianak, namun tak ada kabar," tuturnya, yang berjanji tak akan kembali ke tempat eks lokalisasi yang sudah ditutup Pemkab Blitar empat tahun lalu itu.
Sebelum pulang, mereka diperingatkan dan diancam. Jika diketahui sampai kembali ke eks lokalisasi itu, mereka akan dikenai UU Tipiring.
"Saat ini, sifatnya masih pembinaan saja," kata AKBP Muji Ediyanto, Kapolres Blitar.
Razia ini langsung dipimpin Muji sendiri dengan mengerahkan sekitar 45 anggota, dan tanpa melibatkan Satpol PP.
"Razia ini, kami buat dadakan. Ternyata, membuahkan hasil," ujarnya.
Berhasilnya razia ini karena petugas datang tengah malam sehingga sudah sepi tamu, bahkan sudah tak ada aktivitas.
Malah, sebagian dari mereka sedang tidur-tiduran sambil menonton televisi. Namun demikian, kedatangan petugas itu sempat membuatnya kaget. Bahkan, ada yang sempat berusaha kabur.
Namun, karena jumlah petugasnya cukup banyak, sehingga mereka tak bisa kabur karena tempatnya sudah dikepung.
"Walaupun tak sedang melayani tamu, namun mereka tetap kami bawa. Sebab, mereka telah menghuni eks lokalisasi. Katanya, mereka baru seminggu berada di situ," papar mantan Kapolres Mojokerto ini.
Ditambahkan Muji, untuk yang 17 PSK langsung dipulangkan. Namun, untuk yang dua pemilik warung, Sis (45), dan Ny Rat (39), warga desa setempat, masih diperiksa. Selain pemilik warung, mereka itu juga menyediakan kamar-kamar buat mereka.
"Saya ini disambati mereka. Maunya saya hanya membuka warung saja, namun mereka sambat karena tak punya pekerjaan lagi, sejak tempat begituan di Surabaya ditutup," papar Sis, ditemui di Polres Blitar.(Imam Taufik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/para-psk-diberi-nasihat-dan-diajak-baca-istigfar_20151018_123401.jpg)