Senin, 8 Juni 2026

Aksi Para Lansia Taklukkan Sungai Terpanjang di Sumatra.

Belasan pria usia senja taklukkan sungai batanghari dengan berendam dalam festival batanghari yang berlangsung Jumat, (27/11/2015).

Tayang:
Editor: Sugiyarto
Tribun Jambi, Dedi Nurdin
Festival Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Belasan pria usia senja taklukkan sungai batanghari dengan berendam dalam festival batanghari yang berlangsung Jumat, (27/11/2015).

kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Festival Batanghari yang berlangsung selama empat hari.

Terlihat sekitar pukul 16.30 wib selasa sore, belasan pria dengan usia rata-rata 60 hingga 74 tahun ini menaiki ketek, prahu bermesin yang dikendarai untuk menyebrangi sungai batanghari.

Sambil melakukan pemanasan di atas ketek keci, belasan pria dari etnis tionghoa ini melepaskan baju kemudian terjun satu persatu.

Tanpa ragu, mereka berenang meski terhanyut menyebrangi sungai batanghari. Jaraknya sekitar satu kilo meter, mereka berenang tanpa menggunakan alat bantu.

Para pria lansia ini tanpa ragu berenang menaklukkan batanghari, sungai terpanjang disumatra yang juga dikenal dengan arusnya yang deras Meski terlihat tenang dari atas.

Pemandangan ini cukup menyita perhatian pengunjung festival batanghari maupun mereka yang tengah menikmati pemandangan dari ataa jembatan pedestrian Gentala Arasy.

Edi suyono atau yabg akrab disapa Abe (61) mengatakan, aktifitas berendam di sungai batanghari sudah rutin dilakukan seja 47 tahun lalu. Tepatnya tahun 1968.

Awalnya kegiatan berendam disungai batanghari ini dilakukan pada sore hari perayaan cap go me.

Puluhan lelaki maupun wanita dari etnis tionghoa yang besar di Jambi berendam sambil berenang disungai batanghari dengan arus yang deras.

"Dari umur 15 tahun saya berendam disini, saya sudah 47 tahun berenang. Tidak ada masalah, yang. Penting niat kita baik, jangan pikir macam-macam,"katanya.

Awalnya, kegiatan berenang dilakukan di danau maram. Namun, karna danau tersebut mengering dan dangkal, mereka kemudian beralih ke sungai batanghari.

Belakangan, kegiatan berendam disungai batanghari dilakukan komunitas perenang sungai batanghari ini tiga kali dalam satu minggu.

"Lebih menantang saja, lebih nyaman. Sekaligus menjaga kesehatan," katanya.

Kegiatan bwrendam disungai batanghari juga menjadi ajang mempwrerat kebersamaan.

Bahkan, Edi mengatakan terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut berenang bersama.

"Kalau mau ikut datang saja setiap senin sore, rabu sama jumat. Kalau baru kita lindungi, kalau tidak sanggup nanti ada ketek yang ngikuti. Kalau dulu kita pake perahu dayung,"katanya.

Seiring berjalannya waktu, warga etnis tionghoa yang bisanya berenang hingga jumlah 40 orang mulai berkurang.

Terutama dari kaum wanita, "banyak yang sudah nikah ikut suami. Kalau yang mida-muda sekarang jarang, mereka lebih memilih ke kolam renang,"katanya.

Peserta paling tua adalah lawtse (74). Meski jalannya mulai membungkuk, namun ia masih sanggu berenang bolak-balik sungai batanghari.

Diakui Law, meski usianya tak lagi muda namun. Berendam disungai batanghari membantu menjaga kesehatan fisiknya.

Salah aatu efek positif yang dirasakannya, diusianya yang memasuki lansia ia merasa penuh semangat dan sehat.

"Jauh dari penyakit, menjaga kesehatan. Dulu kami disini sanggup berenang dua kali bolak-balik,"kata Law.

"Kuncinya tenang, jangan taku-taku. Semua baik-baik saja, dak ada yang sampai tenggelam. Kita saling menjaga. Yang penting jangan memaksakan diri,"kata pria yang sudah memiliki cucu ini.

Terpisah, Edi Erizon, Kepala dinas pariwisata Provinsi Jambi mengatakan.

Kegiatan berendam di sungai batanghari ini diangkat dalam festival untuk mengangkat kearifan lokal warga Jambi.

"Kita berusaha melakukan yang terbaik event yang unik kita akan angkat. Kita sadar bahwa warga mana saja kita angkat untuk kegiatan batanghari."

"Tujuannya memperkwbalkan kearifan lokal sebagai potensi wisata kita,"katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved