Selasa, 26 Mei 2026

PSK di Medan Mayoritas Pendatang

pengamat sosial di Medan berpendapat mayoritas Pekerja Seks Komersil dari berbagai kawasan di Kota Medan merupakan pendatang

Tayang:
Editor: Sugiyarto
Tribun Medan/Jefri Susetio
Seorang wanita tunasusila menjerit dan berteriak saat dibawa menuju bus dari Taman Gajah Mada, Medan, Sabtu (28/11/2015) dinihari. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Agus Suryadi, pengamat sosial di Medan berpendapat mayoritas Pekerja Seks Komersil dari berbagai kawasan di Kota Medan merupakan pendatang dari kabupaten/kota di Sumatera Utara.

"Kalau mayoritas PSK ataupun pekerja cafe yang memberikan jasa seks kepada pelanggan banyak warga pendatang. Jadi arus migrasi dari berbagai daerah di Sumut ke Medan turut mempengaruhi peningkatan jumlah PSK," ujarnya saat dihubungi, Rabu (2/12/2015).

Dia menambahkan, segmen pasar PSK di Medan juga beragam mulai dari pinggir jalan, cafe, oukup, panti pijat serta salon hingga di hotel berbintang.

Namun, pada umumnya bagi pengguna jasa PSK terpenting rasa aman

serta nyaman saat berkencan.

"Bagi pengguna sebenarnya tidak mempermasalahkan untuk gunakan PSK pada level tertentu. Terpenting merasa aman serta tidak ada gangguan saat gunakan jasa. Artinya ada jaminan keamanan," katanya.

Menurutnya, tidak sedikit lokalisasi yang berada di luar Kota Medan mendatangkan Pekerja Seks Komersil (PSK) dari luar sumatera seperti Pulau Jawa

khususnya Bandung.

"Kalau di Kota Medan saya masih yakin bahwa PSK didominasi warga pendatang. Tapi, tidak tertutup kemungkinan lokalisasi PKS di luar Kota Medan ada wanita tunasusila dari Jawa seperti Bandung. Mereka sengaja di datangkan ataupun secara sukarela," ujarnya. (tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved