PSK di Medan Mayoritas Pendatang
pengamat sosial di Medan berpendapat mayoritas Pekerja Seks Komersil dari berbagai kawasan di Kota Medan merupakan pendatang
Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Agus Suryadi, pengamat sosial di Medan berpendapat mayoritas Pekerja Seks Komersil dari berbagai kawasan di Kota Medan merupakan pendatang dari kabupaten/kota di Sumatera Utara.
"Kalau mayoritas PSK ataupun pekerja cafe yang memberikan jasa seks kepada pelanggan banyak warga pendatang. Jadi arus migrasi dari berbagai daerah di Sumut ke Medan turut mempengaruhi peningkatan jumlah PSK," ujarnya saat dihubungi, Rabu (2/12/2015).
Dia menambahkan, segmen pasar PSK di Medan juga beragam mulai dari pinggir jalan, cafe, oukup, panti pijat serta salon hingga di hotel berbintang.
Namun, pada umumnya bagi pengguna jasa PSK terpenting rasa aman
serta nyaman saat berkencan.
"Bagi pengguna sebenarnya tidak mempermasalahkan untuk gunakan PSK pada level tertentu. Terpenting merasa aman serta tidak ada gangguan saat gunakan jasa. Artinya ada jaminan keamanan," katanya.
Menurutnya, tidak sedikit lokalisasi yang berada di luar Kota Medan mendatangkan Pekerja Seks Komersil (PSK) dari luar sumatera seperti Pulau Jawa
khususnya Bandung.
"Kalau di Kota Medan saya masih yakin bahwa PSK didominasi warga pendatang. Tapi, tidak tertutup kemungkinan lokalisasi PKS di luar Kota Medan ada wanita tunasusila dari Jawa seperti Bandung. Mereka sengaja di datangkan ataupun secara sukarela," ujarnya. (tio/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/psk-taman-gajah-mada_20151128_070721.jpg)