Minggu, 19 April 2026

Sekelumit Cerita Penari Tuna Rungu dari Bali

Bengkala sangat luar biasa dan unik. Mereka ada Sekaa Janger Kolok merupakan seni janger dari tuna rungu yang mayoritas berumur lansia

Editor: Adi Suhendi
Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi
Penari tuna rungu sedang mementaskan tarian kontemporer di Shankara Resto, Sanur, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. 

Ada juga seorang penyandang down syndrome bernama Papin.

Papin dikira oleh masyarakat tak bisa berbuat apa-apa.

“Pin lihat teratai itu, lihat garisnya indah kan? Warnanya merah muda, Papin suka?” ujar Tebo sembari menirukan perkataannya pada Papin.

Tebo mengatakan, saat pementasan tarian kontemporer, Papin menjelma menjadi sebuah lotus yang sangat indah.

Dalam pementasan ini pula diringi musik langsung dari keyboard dan lainnya.

Tebo mengatakan inilah sesuatu yang menarik dan justru menjadi tantangan.

Ketika melatih orang menari bukan dengan orang normal.

“Bagaimana saya melatih tanpa emosi, saya mencapai sebuah kebebasan eksternal,” ujarnya usai pementasan tarian kontemporer bersama Bali Deaf Community.

Mahasiswa Fakultas Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini lebih membuat analisis ketika melihat beberapa pemuda yang mengundurkan diri dari latihan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved