Kamis, 9 April 2026

Pilkada Serentak

Ketua Timses Eldin-Akhyar Komentari Tingginya Angka Golput di Medan

Dia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam Pemilu legislatif karena semua bergerak untuk mencari suara dari masyarakat.

Penulis: Jefri Susetio
Editor: Wahid Nurdin
Net
Ilustrasi golput 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Ketua Tim Pemenangan Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution, Syaf Lubis mengatakan, rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Medan bukan kurang sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum Kota Medan.

"Kalau golput ini bukan kurang sosialisasi, di Medan ini semua tenang, tidak ada berlebihan, bukan kurang sosialisasi dari KPU, tidak bisa disamakan Pemilu legislatif dengan Pilkada Kota Medan," ujarnya saat dihubungi, www.tribun-medan.com, Rabu (9/12/2015).

Dia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam Pemilu legislatif karena semua bergerak untuk mencari suara dari masyarakat.

Artinya, tidak hanya partai politik yang bergerak namun para calon anggota legislatif.

"Kalau Pilkada ini hanya mesin politik saja yang bergerak bersama dua kandidat calon. Makanya berbeda partisipasi masyarakat Pilkada ini," katanya.

Sebelumnya diketahui, Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Komplek Asia Mega Mas, Sukaramai, Medan Area, Sumatera Utara terpantau sepi.

Tidak banyak masyarakat Tionghoa yang memberikan hak suaranya di Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan.

Karena itu, kursi antrean pemilih di beberapa TPS kosong.

Para petugas TPS hanya duduk berbincang sembari menunggu masyarakat yang mencoblos.

Ketua KPPS 10, Anasril Nasution mengatakan, sejak dibuka pukul 07.00 WIB, pemilih yang datang sangat minim. Padahal undangan yang disebar mencapai 700-an.

"Sedikit kali masyarakat yang memilih, jumlah DPT 719. Tapi masyarakat yang datang mencoblos cuma 200-an. Itupun masyarakat dari suku Jawa, Batak atapun Melayu. Kalau orang Tionghoanya sedikit yang datang," katanya kepada www.tribun-medan.com, Rabu

Dia menambahkan, terjadi penurunan pemilih yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pemilihan legislatif tahun lalu.

Karena itu, ia merasa kecewa minimnya masyarakat yang mencoblos.

"Kalau pemilihan legislatif lalu, karena foktor isme, warga sini mayoritas Tionghoa. Makanya pemilih lalu, ada banyak calon anggota DPRD dan DPR yang bersuku Tionghoa," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved