Sebelum Tewas Ditabrak Mobil, Feri Sempat Dilarang Anaknya Pergi
Aji mengatakan, semasa hidup, ayahnya itu dikenal sebagai pribadi yang bersahabat.
Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Usai disalatkan di masjid Umar Bin Khattab, jenazah Feri Hasibuan (38) wartawan media cetak terbitan Medan yang tewas ditabrak pengendara mobil Fortuner dibawa ke tempat pemakaman muslim (TPM) Jl Karya, Gg Wakaf, Medan Barat. Di lokasi pemakan, putra dan putri almarhum tampak menangis.
Salah seorang anak almarhum ketika diwawancarai Tribun tak banyak memberikan komentar.
Remaja berusia 16 tahun ini hanya termenung sembari terdiam melihat pemakaman ayahnya.
"Saya terakhir kali enggak sempat jumpa sama papa om. Yang jumpa adik saya," ujar anak pertama almarhum Feri, Ahmad Ajiddin, Selasa (29/12/2015) siang.
Aji mengatakan, semasa hidup, ayahnya itu dikenal sebagai pribadi yang bersahabat.
Namun, kata Aji, selama ini ayahnya lebih dekat dengan adik perempuannya, Yayang Reni Mardiyani (13).
"Papa dekat dengan Yayang om. Sebelum kecelakaan, Yayang yang ketemu sama papa," katanya.
Begitupun, Aji mengaku kehilangan sosok ayah yang dipanutinya. Kata Aji, ia tak menyangka jika ayahnya begitu cepat pergi meninggalkan keluarganya.
"Kami enggak nyangka om. Semalam kan adik perempuan saya sempat ketemu sama papa," ungkap Aji.
Kakak kandung almarhum, Dedi Hadi (40) mengatakan, sebelum meninggal dunia, Feri sempat dilarang anaknya pergi keluar rumah.
"Malam sebelum kejadian, anaknya almarhum ini sudah melarang. Jangan pergi lah pa, ngapain lagi pergi keluar rumah," ungkap Dedi, Selasa (29/12/2015) siang.
Lantaran sudah janji dengan sang isteri untuk makan malam sekaligus merayakan ulang tahun sang isteri, Feri pun bersikeras pergi keluar rumah.
Ia kemudian mengajak makan isterinya Desi.
"Setelah makan itu, adik kami ini mau balik ke rumah. Disitulah kejadiannya," ungkap Dedi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tabrak-lari_20151229_124919.jpg)