Breaking News:

Selama Dua Tahun Keluarga Dahlan Tinggal Bersama Orangutan Joss

Dahlan, istri, dan empat anaknya terpaksa merelakan perpisahan dengan Joss, oranguta berusia dua tahun lebih karena harus dievakuasi BKSDA.

Dokumentasi Humas YIARI, Heribertus
Orangutan Joss duduk di dekat Dahlan, orang yang merawatnya selama dua tahun di rumahnya di Parit Deri, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. YIARI dan BKSDA mengevakuasi Joss dari rumah Dahlan pada Selasa (5/1/2015).
Dokumentasi Humas YIARI, Heribertus
Putri Dahlan (ungu) enggan melepaskan Joss dari gendongannya ketika hendak dievakuasi YIARI dan BKSDA dari rumahnya di Parit Deri, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Selasa (5/1/2015). Selama dua tahun Joss bagaikan anggota keluarga bagi Dahlan, istri dan empat anak-anaknya.
Dokumentasi Humas YIARI, Heribertus
Dahlan (kaus kuning) tertawa melihat putrinya enggan menyerahkan orangutan Joss untuk dievakuasi YIARI dan BKSDA pada Selasa (5/1/2016).
Dokumentasi Kepala BNNK Sukabumi
Drh Adi Irawan, personel YIARI, mengevakuasi orangutan Joss dari rumah keluarga Dahlan di Parit Deri, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Selasa (5/1/2015). Selama dua tahun Joss bagaikan anggota keluarga bagi Dahlan, istri dan empat anak-anaknya.
Dokumentasi Humas YIARI, Heribertus
Anak Dahlan enggan melepaskan orangutan Joss untuk dievakuasi YIARI dan BKSDA pada Selasa (5/1/2016). Sudah dua tahun keluarga Dahlan memelihara orangutan Joss dan meminumkannya susu.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Novi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Joss, orangutan berusia lebih dari dua tahun terpaksa berpisah dengan Dahlan, istri dan empat buah hatinya yang sudah menjadi keluarga karena harus dievakuasi.

Yayasan Inisiasi Alam dan Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam mengevakuasi Joss yang sudah dua tahun dipelihara keluarga Dahlan di Parit Deri, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Selasa (5/1/2015).

“Menurut pengakuan pemiliknya sudah diperlihara selama dua tahun,” kata Humas YIARI, Heribertus, kepada Tribunpontianak.co.id melalui surat eleketronik pada Kamis (7/1/2016).

Dahlan, seperti diceritakan Heribertus, awalnya kasihan terhadap Joss yang sepertinya terlantar di tangan pemilik sebelumnya yang tinggal di wilayah Paket.

“Saat itu saya tidak tahu kalau orangutan dilindungi, kemudian karena kasihan saya membelinya Rp 500 ribu,” cerita Dahlan lalu membawa Joss ke rumah untuk dipeliharanya.

Selama dipelihara Dahlan, Joss tidak dikandangkan. Orangutan ini bebas bergerak di dalam rumah, berbagi tempat bersama Dahlan, istri dan empat buah hati mereka. Selama dipelihara, mereka meminumkannya susu.

“Saya beri susu, pernah juga dia sakit seperti demam, kemudian saya beri obat manusia ternyata bisa sembuh ,” cerita Dahlan yang belakangan harus rela Joss dievakuasi dari rumahnya.

Penulis: Novi Saputra
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved