Luas dan Medan Sulitkan Operasi Pengejaran Kelompok Santoso
Kelompok Santoso juga sudah mulai berani memanfaatkan jalur laut untuk mendapatkan suplai senjata
Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Perburuan kelompok teroris Santoso hingga saat ini masih terus dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri di Poso, Sulawesi Tengah.
Meskipun jumlah anggota kelompok Santoso tidak banyak, namun aparat kesulitan melumpuhkan kelompok senjata tersebut.
Karo Ops Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Herry Nahak mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala sulitnya pengejaran Santoso.
"Salah satu kesulitannya itu adalah kondisi medan yang cukup luas dan merupakan hutan yang sangat rimbun, dan banyaknya tebing terjal," kata Herry saat mengikuti rapat koordinasi di Makodam VII Wirabuana, Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/1/2016).
Kelompok Santoso juga sudah mulai berani memanfaatkan jalur laut untuk mendapatkan suplai senjata.
"Dulu jalur penyelundupan senjata mereka melalui darat, sekarang mereka mulai berani melewati jalur laut," tambahnya.
Sekitar 2.000 personel gabungan TNI dan Polri saat ini tengah berusaha untuk mengejar kelompok Santoso dalam sebuah operasi.
Operasi yang dimulai sejak 10 Januari 2016 tersebut diberi nama Operasi Tinombala, yang sebelumnya bernama operasi Camar Maleo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/herry_20160119_154425.jpg)