Berita Viral
Pernikahan Sesama Jenis di Malang Berbuntut Panjang, Saling Lapor Polisi, Ada Indikasi Pidana Lain
Pernikahan sesama jenis di Malang, Jawa Timur, viral di media sosial dan berbuntut panjang, keduanya kini saling lapor ke polisi.
Ringkasan Berita:
- Pernikahan sesama jenis di Malang, Jawa Timur, viral di media sosial dan berbuntut panjang.
- Intan yang didampingi oleh kuasa hukumnya telah melaporkan kasus ini ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).
- Setelah itu, Rey yang lebih dikenal dengan nama Yupi Rere itu juga sudah membuat laporan ke Polres Batu.
TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa pernikahan sesama jenis di Malang, Jawa Timur, tengah menjadi perbincangan publik.
Intan Anggraeni yang merupakan warga Polehan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menikah secara siri dengan Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey pada 3 April 2026.
Setelah pernikahan keduanya viral di media sosial, peristiwa ini berbuntut panjang.
Intan yang didampingi oleh kuasa hukumnya telah melaporkan kasus ini ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).
Laporannya terkait dengan dugaan pemalsuan identitas dan dokumen.
Setelah itu, Rey yang lebih dikenal dengan nama Yupi Rere itu juga sudah membuat laporan ke Polres Batu pada Rabu malam.
"Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan."
"Ada beberapa kasus juga. Tapi nanti biar laywer-ku yang menjelaskan," kata Rey kepada SURYAMALANG.com, Kamis (9/4/2026).
Sebelum adanya laporan balik, Rey sempat berinisiatif untuk melakukan mediasi dengan mendatangi rumah Intan.
Namun, karena tidak mendapatkan respons, Rey kemudian melaporkan balik Intan.
"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya."
"Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," ungkapnya.
Baca juga: Korban Pernikahan Sesama Jenis di Malang Merasa Ditipu, Wajah dan Gaya Pelaku Bak Pria Tulen
Ada Indikasi Pidana Lain
Intan Anggraeni mengaku merasa tertipu oleh identitas gender 'suaminya' yang ternyata seorang perempuan.
Selain itu, Intan mengkhawatirkan adanya indikasi pidana lain.
Kecurigaan itu muncul setelah Intan menyadari dirinya sempat dipaksa untuk segera mengurus paspor dengan alasan akan diboyong ke Thailand, sebelum pernikahan berlangsung.