Breaking News:

PT KAI Tegaskan Tidak Bakal Ada Ganti Rugi

"Tidak bakal ada ganti rugi itu. Karena itukan asset PT KAI. Kenapa harus ganti rugi," ungkap Rapino, Jumat (22/1/2016) siang.

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah warga menyaksikan rumahnya yang dibongkar petugas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) ketika berlangsungnya penertiban bangunan yang terletak di pinggiran rel kereta api Jalan Mandala By Pass, Medan Denai, Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2016). Eksekusi penggusuran rumah pinggiran rel tersebut sempat diwarnai kericuhan karena warga berusaha menolak penggusuran yang dilakukan PT KAI.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pembongkaran rumah di bantaran rel kereta api terus menuai protes dari masyarakat.

Beberapa masyarakat menolak dengan alasan uang ganti rugi senilai Rp1,5 juta tidak cocok.

Humas PT KAI Divisi Regional Wilayah I Sumatera Utara-Nangroe Aceh Darussalam, Rapino ketika dikonfirmasi Tribun menyebut tidak ada uang ganti rugi karena tanah itu adalah asset PT KAI.

"Tidak bakal ada ganti rugi itu. Karena itukan asset PT KAI. Kenapa harus ganti rugi," ungkap Rapino, Jumat (22/1/2016) siang.

Ia mengungkapkan, seharusnya masyarakat berterimakasih dengan PT KAI karena puluhan tahun, PT KAI sama sekali tidak pernah memungut uang sewa lahan.

"Kalau ada yang menolak (menerima uang Rp1,5 juta), silahkan saja. Perlu kami luruskan, tidak ada ganti rugi. Masyarakat juga harusnya sportif. Kalau memang enggak mau terima, jangan diambil," katanya.

Pembongkaran akan tetap dilakukan karena itu lahan PT KAI.

"Ini proyek jalur layang kita. Jadi kita harap masyarakat sportif lah. Kan kita enggak pernah minta biaya sewa," ujarnya.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved