Jumat, 10 April 2026

Jasad Pemancing Itu yang Hilang Sejak Dua Hari Lalu, Mengapung di Waduk Saguling

Di lokasi penemuan mayat ditemukan sebotol air mineral, peralatan memancing.

Penulis: Muh Radlis
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Ivan, jenasah pemancing yang ditemukan di waduk dimasukkan ke dalam kantung mayat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Sesosok mayat pria ditemukan terapung di Waduk Saguling‬, RT 1/10 Kampung Ciluncat Hilir, Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (4/3/2016).

Mayat yang sudah dalam kondisi   bengkak  itu mengambang di pinggir Waduk Saguling sekitar pukul 11.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Tribun, mayat itu masih menggunakan pakaian lengkap, yakni celana panjang hitam, kaus kuning, dan sweater merah.

Di lokasi penemuan mayat ditemukan sebotol air mineral, peralatan memancing.

Adapun mayat tersebut tersangkut di jaring.

Kapolsek Padalarang, Kompol Suherman, mengatakan, mayat ditemukan pertama kali oleh Nana (66).

Nana yang kala itu sedang mencari rumput di sekitar danau melihat gelembung-gelembung air.

"Tiba-tiba muncul benda yang menyerupai jasad manusia. Saksi mendekatinya dan ternyata sesosok mayat yang sudah bengkak," ujar Suherman.

Ia melaporkan hal tersebut ke Ketua RT 1, Mulyadi (44) dan melaporkannya juga ke Kepala Desa Cimerang.

Informasi yang didapat, memang ada warga yang mencari keluarganya di sekitar danau.

"Keluarganya itu berangkat mancing sudah tiga hari belum pulang. Yang dicari itu warga Kampung Tipar, Desa Laksana Mekar," ujar Suherman.

Berdasarkan hasil identifikasi,  mayat tersebut diketahui bernama Ivan Nurdin (26), warga RT 5/10 Kampung Tipar.

Keluarganya pun membenarkan jika mayat tersebut merupakan Ivan berdasarkan keterangan pamannya, Endang.

"Ivan diketahui berangkat mancing pada Rabu 2 Maret 2016 sekitar pukul 06.00 WIB ke genangan Sungai Saguling tepatnya Kampung Ciluncat Hilir RT 1/10," ujar Suherman.

Suherman mengatakan, mayat baru dievakuasi sekitar pukul 14.30 WIB.

Keluarga korban menolak jasad untuk diotopsi dan dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

"Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan sudah membuat surat melakukan pernyataan menolak untuk diotopsi," ujar Suherman.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved