Tidak Ingin Terjadi Lagi Longsor, Ini Saran Wakil Rakyat ke Warga
Bambang meminta Dinas PU Bina Marga untuk menangani masalah longsornya plengsengan di sekitar area Kota Malang yang berpotensi longsor.
Laporan Wartawan Surya Sany Eka Putri
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Soemarto menyarankan agar warga Kota Malang yang tinggal atau berada di sekitaran plengsengan menggunakan penanganan secara manual.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang bisa kapan saja terjadi, seperti plengsengan yang tiba-tiba ambrol sehingga menyebabkan tanah longsor.
"Seharusnya warga bisa mengangani secara manual. Yakni dengan cara menyonggohnya dengan bambu. Dan cara ini setidaknya bisa mencegah jika suatu saat plengsengan itu ambrol sehingga tanahnya yang longsor tidak melebar," kata Bambang.
Namun, Bambang juga sudah mengajukan permintaan ke Dinas PU Bina Marga untuk menangani masalah longsornya plengsengan di sekitar area Kota Malang yang berpotensi longsor.
Ia menargetkan, Senin (28/3/2016) sudah ada penanganan yang dilakukan oleh Dinas PU.
Namun,ia menyayangkan belum adanya sosialisasi terkait penanganan secara manual untuk menangani jika suatu saat plengsengan itu longsor.
"Ya seharusnya ada sosialisasi juga. Agar warga juga bisa memasang plengsengan sederhana dari sresek dan bambu. Meski ini juga harus ada penanganan serius dari pemkot," imbuh dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa plengsengan di Jalan Klayatan Gang I RT 03 RW 12 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, di pinggir Sungai Metro, yang ambrol ambrol pada 23 Februari 2016.
Namun satu bulan berselang, tidak ada perbaikan dari Pemerintah Kota Malang.
Padahal plengsengan yang longsor itu mengancam rumah Ny Liyem (53), warga sekitar plengsengan.