Jumat, 10 April 2026

Polisi dan TNI Antusias Sumbang Darah di BNN Riau

Antusiasme ditunjukkan personel Polri dan TNI dalam aksi sosial donor darah Stop Narkoba yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN)

Penulis: Budi Rahmat
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU-‎Antusiasme ditunjukkan personel Polri dan TNI dalam aksi sosial donor darah Stop Narkoba yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Senin (30/5/2016).

Satu persatu penegak hukum ini melewati prosedur sebelum memastikan mendonorkan darahnya.

Dua ruangan dipersiapkan untuk menampung darah, masing-masing di dalam kantor BNN dan satu ruangan mobil Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru.

"Aksi donor darah ini merupakan lanjutan dar launching gerakan stop narkoba. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kita terkait semakin tingginya angka pengguna narkoba," terang Kepala BNN Riau, Ali Pranaka melalui Kabag TU, Maruli Siregar.

Menurutnya, BNN Riau sebagai institusi yang konsen pada pemberatasan narkoba akan terus berupaya mensosialisasikan bahaya narkoba dan melakukan aksi-aksi sosial dalam upaya menekan angka pengguna.

"Ada 5,1 jiwa pengguna narkoba di Indonesia. Rata-rata 40 sampai 50 orang meninggal setiap harnya karena narkoba. Angka tersebut sangat memprihatinkan," terang Maruli.

Dari data BNN angka pemakai berada pada usia 15 sampai 30 tahun dan paling tinggi menyasar pekerja dan urutan kedua pelajar.

Butuh 5 Ribu Kantong Darah
Terpisah, Wakil Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Pekanbaru, Dr. Rini menyebutkan, setiap bulannya PMI setidaknya membutuhkan empat sampai lima ribu kantong darah.

Kebutuhan tersebut tidak hanya memenuhi pasien di Pekanbaru saja namun juga beberapa kabupaten/kota di Riau.

"Ada lima rumah sakit yang sudah memiliki bank darah. Masing-masing kita distribusikan sesuai dengan kebutuhan. Kadang itu juga tidak cukup karena pasien berasal juga dari luar Kota Pekanbaru," terang Rini.

Lima rumah sakit yang sudah memiliki bank darah yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru, Rumah Sakit Eka Hospital, Rumah Sakit Ibnu Sina serta Rumah Sakit Eria Bunda.

Sekitar 40 persen kantong darah didistribusikan pada bank-bank darah tersebut.
Sedangkan 60 persen untuk masyarakat umum.

"Jadi kita sangat membutuhkan partisipasi pendonor sukarela. Makanya kita tidak bisa diam. Terus bergerak menjalin kerjasama serta mengharapkan permintaan dari kegiatan-kegiatan donor darah dari instasi pemerintahan dan swasta," terang Rini.

Menurut Rini, pihaknya memang harus gigih dan proaktif mencari pendonor untukstok ketersediaan darah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved