Dewa Artawan Korban Pembantaian Sadis Ternyata Target Acak

Motif pembunuhan ini tak lain adalah balas dendam karena satu teman baiknya tewas dalam tragedi bentrok sebelumnya.

Dewa Artawan Korban Pembantaian Sadis Ternyata Target Acak
Tribun Bali/Putu Darmendra
Ratusan warga menyaksikan jalannya pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap Dewa Gede Artawan, Kamis (9/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Dewa Saraf yang biasa disapa Jik Saraf membenarkan keterangan yang diungkapkan tersangka lainnya bahwa dialah yang merencanakan, menyiapkan alat, sampai menyuruh kelompoknya turun dari mobil untuk mengejar dan menghabisi nyawa Dewa Gede Artawan.

Motif pembunuhan ini tak lain adalah balas dendam karena satu teman baiknya tewas dalam tragedi bentrok sebelumnya.

Atas pengakuan tersebut, polisi bakal menjerat para tersangka dengan pasal pembunuhan berencana.

Sebelumnya komplotan "ninja" ini telah melakukan pantauan beberapa hari sebelum beraksi.

Mereka mempelajari jalur yang dilewati rombongan yang berasal dari Denpasar sepulang dari melayat ke rumah Ketua DPC Laskar Bali Kabupaten Gianyar.

Kendati kuat mengandung unsur perencanaan, Waluya mengatakan pelaku tidak menargetkan Artawan.

Mereka membunuh dengan cara random atau siapa yang memungkinkan untuk dibunuh.

"Berarti sudah berencana, ya kita jerat dengan pasal pembunuhan berencana. Terkait hasil, ditentukan oleh hakim bagaimana nanti," ungkap kapolres asal Ciamis, Jawa Barat, itu, Jumat (24/6/2016).

Sejak ditangkap sampai akhirnya ditetapkan jadi tersangka dan ditahan, Dewa Saraf sempat dijenguk oleh istrinya.

Dengan setia, sang istri membawakan baju dan celana pendek untuk dipakai selama mendekam di penjara.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved