Jadi Korban Penipuan Kerja, Sutrisno CS Kompak Lapor Polisi
Sutrisno menjadi korban penipuan dengan modus bisa memasukkan seseorang bekerja disebuah perusahaan.
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Menjadi korban penipuan dengan modus bisa memasukkan seseorang bekerja disebuah perusahaan.
Membuat Sutrisno (30), warga Jalan A Yani Lorong H Umar Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Eva Oktavia (21), warga Jalan Puskesmas Kecamatan Kertapati, Tri Wahyuni (26), warga Jalan Yusuf Senen Kecamatan Sukarami kompak melaporkan AA dan HR, pria yang mengaku sebagai pimpinan di perusahan PT Indo Global Internasional Palembang, sebuah perusahaan yang bekerja di bidang keamanan tersebut ke Polresta Palembang, Minggu (26/6/2016).
Dihadapan petugas, Sutrino mengatakan, peristiwa tersebut bermula pada beberapa waktu yang lalu, saat itu ia dikenalkan oleh bibinya kepada pelaku HR.
Terlibat perbincangan, HR mengaku bisa memasukkan Sutrisno bekerja di PT Indo Global Internasional Palembang, dengan gaji yang cukup besar, yakni Rp 4 juta perbulan.
Namun bekerja dengan iming-imingi gaji yang cukup besar tersebut bukan tanpa syarat. Sutrisno harus menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta, yang dikatakan HR sebagai administrasi agar ia bisa bekerja di perusahaan tersebut.
Bahkan, karena sangat yakin dengan apa yang dijanjikan oleh HR. Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 11 Juni 2016, bersama adiknya, Sutrisno kembali menemui HR, dan menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta tersebut.
Memang tak langsung diserahkan kepada HR, namun uang itu diberikan kepada AA yang menjabat sebagai pimpinan perusahaan.
"Saya ini dijanjikan dibidang IT pada perusahaan itu, jadi saya yakin saja." ujarnya saat membeuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.
Sutrisno menjelaskan, saat menyerahkan uang tersebut, pada tanggal 15 Juni 2016 yang lalu, ia diperintahkan kembali untuk datang ke perusahaan yang beralamat di Jalan HM Ryacudu Kecamatan SU I tersebut untuk menjalankan training, dan selanjutnya ditempatkan kerja.
Namun sial yang dialami oleh Sutrisno, saat ia datang perusahaan itu, Sutrisno seolah dipermainkan.
Saat ia menemui AA ia mengaku tak mengenal dengan HR, dan hingga saat ini Sutrisno belum mendapatkan pekerjaannya, dan hanya disuruh menunggu.
"Dia bilang HR itu bukan karyawannya. Tapi saat tanya kepada orang-orang bekerja disana, HR itu memang bekerja disana, dan menjabat sebagai asisten direktur," katanya.
Merasa menemui jalan buntu, ia lantas kembali mendatangi perusahaan tersebut, namun hasilnya tetap sama. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Eva dan Tri yang juga menjadi korban penipuan dari HR dan AA.
Modus yang dialami keduanyapun sama. Karena itulah mereka akhirnya melaporkan keduanya ke Polresta Palembang.
"Saya harap pelakunya agar cepat bisa ditangkap," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/korban-penipuan_20160626_232313.jpg)