Seorang Pelajar SMK di Semarang Buat Uang Palsu dan Diedarkan di Jogja
Seorang pelajar SMK kelas 12 di Semarang membuat uang palsu.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Seorang pelajar SMK kelas 12 di Semarang membuat uang palsu.
Pelaku berinisial IA (16), warga Banyumanik Semarang, mengedarkan uang palsu tersebut ke beberapa daerah termasuk Yogyakarta.
Kapolsek Depok Timur AKP Andrey Valentino mengatakan, Senin (15/8/2016), penangkapan pembuat uang palsu itu berawal dari penangkapan dua pengedar uang palsu di area Sleman.
Kedua pelaku yang diamankan yaitu Dihan (20) seorang mahasiswa dan Abdur (18) seorang pelajar, warga Sleman.
"Mereka mau membeli rokok, penjualnya tahu kalau uangnya palsu terus ditanya malah lari," ungkapnya.
Penjual kemudian memanggil warga dan mengamankan kedua pelaku. Kedua pelaku selanjutnya diamankan ke Polsek Depok Timur, Selasa (2/8/2016) lalu.
Dari penangkapan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Alfano Ramadhan menambahkan, pihaknya langsung melakukan pengembangan.
Pengembangan itu mengarah ke pelaku berinisial IA yang berada di Semarang.
Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan ke daerah Semarang. Selanjutnya pelaku diamankan di rumahnya daerah Banyumanik Semarang.
Pada penangkapan itu, petugas Polsek Depok Timur mengamankan alat sablon, cat, tiga unit printer, dan ratusan lembar uang palsu menyerupai pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu.
Selain itu juga ada beberapa lembar uang palsu yang belum dipotongi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/uang-palsu_20160815_232350.jpg)