Sabtu, 30 Agustus 2025

Dimas Kanjeng Ditangkap

MUI Jabar Minta Pengikut Dimas Kanjeng Kembali kepada Keluarganya

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Rachmat Syafei meminta, warga Jabar yang masih bertahan segera pulang kepada keluarganya.

surya/Galih Lintartika
Tenda pengikut asal Bali di padepokan dimas kanjeng 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Puluhan warga Jawa Barat (Jabar) disebut-sebut menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Puluhan warga Jabar itu pun masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jatim.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH Rachmat Syafei meminta, warga Jabar yang masih bertahan segera pulang kepada keluarganya. Sebab ia memastikan jika penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng itu tidak nyata.

"Itu tidak rasional, untuk ajarannya sendiri masih dalam penelitian MUI pusat," kata Rachmat kepada wartawan di kantornya, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (13/10/2016).

Rachmat menilai, masih bertahannya warga Jabar di Padepokan Dimas Kanjeng itu disebabkan beberapa faktor. Hal itu berdasarkan hasil kajian MUI Pusat yang dilakukan di padepokan milik Dimas Kanjeng itu.

"Ada dua faktor yang menyebabkan korban ini belum pulang ke rumahnya masing-masing," kata Rachmat.

Faktor pertama, kata dia, sebagian besar pengikut Dimas Kanjeng itu malu untuk kembali kepada keluarga. Sebab pemimpin mereka ditangkap polisi atas kasus dugaan pembunuhan. Selain itu, Kanjeng Dimas pun dilaporkan atas kasus dugaan penipuan.

"Nah ini seperti pecandu narkoba. Mau pulang setelah direhabilitasi tidak mau karena malu," ujar Rachmat.

Adapun faktor kedua, kata Rachmat, pengikut yang masih bertahan itu berharap uang mahar yang disetorkan kepada Dimas Kanjeng kembali. Mereka menanti pemimpin mereka itu menunaikan janjinya untuk menyerahkan uang yang telah disetor.

"Jadi ada juga yang dititipi uang mahar untuk disetor karena dijanjikan pulang bawa uang yang digandakan. Takut ditagih, pihak yang dititipi uang itu tidak berani pulang," kata Rachmat.

Kendati begitu, Rachmat mengaku belum mengetahui jumlah pasti pengikut Dimas Kanjeng asal Jabar. Ia hanya mengetahui jika ada sekitar 72 warga Jabar yang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng.

"Kalau memang merasa tertipu silakan saja melapor kepada aparat kepolisian. Jika lokasi transaksinya di Probolinggo, silakan lapor ke Polda Jatim," kata Rachmat mengimbau warga Jabar yang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan