Penangkapan Terduga Teroris
Dokter Istri Terduga Teroris Magetan Keluar dari PNS karena Gaji PNS Haram
istri terduga teroris Magetan sudah memutuskan keluar dari PNS, dengan alasan sesuai keyakinanya hasil (gaji) PNS haram untuk diri dan keluarganya.
"Meski dokter senior disini, dokter DR cukup pendiam, diam kalau tidak ada pasien lebih banyak digunakan untuk membaca,"katanya.
Hal yang sama juga dikatakan Muh Anis, guru SMPN 2 Ngariboyo, Kabupaten Magetan.
Ia sempat tidak yakin ketika bertemu dengan dokter DR ini. Karena penampilan cenderung lusuh, bila dibandingkan dengan dokter lainnya.
"Saat itu anak saya sakit diperiksa di Klinik Jalan Pahlawan. Begitu melihat dokter DR itu sangat tidak meyakinkan. Kecuali itu, dokter itu juga tidak komunikatif."
"Mestinya memeriksa anak kecil, harus banyak komunikasi, agar si anak tidak takut. Tapi dokter DR, hanya satu kata, apa keluhannya, sudah itu diam sampai menyodorkan resep,"kata Muh Anis.
Selain berkecimpung di pelayanan kesehatan, aktivitas dokter DR setiap hari relatif padat, karena juga aktif sebagai pengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Uswah, di Jalan S Parman, Magetan dan SDIT AR Rohmah dan MDI Tarbiyah Tauhid, di Bono, Magetan.
"Dokter DR itu kesehariannya sibuk dengan kegiatan kesehatan dan pendidikan. Hampir waktunya dari pukul 06.00 sampai menjelang sore beraktivitas di luar, dari klinik ke sekolah. Belum buka praktek di rumah,"kata sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Fahrudin Fanani, juga aktifis Muhammadiyah ini kepada Surya, Rabu (26/10/2016).
Dikatakan Fahrudin, dokter DR ini selain sibuk praktek di klinik dan sekolahan, dia juga membuka layanan kesehatan gratis setiap hari Rabu dan Sabtu untuk warga tidak mampu di sekitarnya.
"Dokter istri Pak Gatut Witono itu setiap hari sibuk beraktivitas.Tapi juga masih mengadakan bakti sosial pengobatan gratis."
"Jadi kita kaget juga begitu dokter ini ditangkap karena suaminya Gatut Witono disebut sebagai anggota jaringan radikal,"kata Farudin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengamanan-rumah-teroris-tangerang_20161021_065004.jpg)