Terbongkar, Kepala Sekolah di Gunungkidul Berulangkali Cabuli Siswinya

Pria berinisial S, kepala sekolah sebuah menengah kejuruan swasta di Gunungkidul, dilaporkan karena tujuh bulan lamanya mencabuli siswinya.

Terbongkar, Kepala Sekolah di Gunungkidul Berulangkali Cabuli Siswinya
SURYA
ILUSTRASI, DIPERAGAKAN MODEL. 

Laporan Watawan Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pria berinisial S, kepala sekolah menengah kejuruan swasta di Gunungkidul, dilaporkan keluarga seorang siswinya ke Polres Gunungkidul.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino, mengatakan S selama tujuh bulan lamanya mencabuli siswi berusia 16 tahun itu, persisnya mulai Februari hingga September 2016.

"Selama tujuh bulan itu, diduga oknum kepsek S telah menyetubuhi mawar beberapa kali," ujar Iptu Ngadino kepada Tribun Jogja, Jumat (4/11/2016).

Kejadian itu terungkap oleh orangtua korban yang melihat anaknya lebih suka mengurung diri di kamar dan malas berangkat sekolah.

"Setelah ditanya ternyata korban Mawar mengaku telah disetubuhi oleh oknum Kepsek S," ujar Ngadino.

Akhirnya orangtua korban langsung melaporkan S kepada Unit PPA Polres Gunungkidul, menyertakan hasil visum Mawar.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Badan Pemberdayaan Masyaarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana, Rumiyati Hastuti, menuturkan pihaknya segera mendampingi korban melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Ia mengatakan, korban perlu pendampingan secara psikologis maupun hukum. Hal ini supaya korban terus merasa rendah diri dan putus sekolah.

"Korban yang duduk di kelas tiga SMK tersebut sebentar lagi ujian nasional dan tamat sekolah, jangan sampai putus. Kasihan korban," ujar Rumiyati.

Terpisah, Manager Divisi Pengorganisasian Masyarkat dan Advokasi, Rifka Annisa, Women Crisis Center M Thontowi, juga akan mendampingi kasus asusila ini, terlebih melibatkann guru.

"Ini perkara yang serius, kasus ini harus diusut tuntas sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku. Kami siap memberikan pendampingan," ujar Thontowi.

Oknum kepala sekolah berinisial S terancam pasal 81 sub 82 UU RI No.35/2014. Pelaku disangka pencabulan terhadap anak di bawah umur dan terancam hukuman minimal lima tahun penjara.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved