Sabtu, 30 Agustus 2025

Dimas Kanjeng Ditangkap

Julukan Dimas Kanjeng Untuk 7 Mahagurunya

Tujuh mahaguru diberi julukan khusus oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi agar terlihat lebih berwibawa untuk meyakinkan para pengikutnya.

Editor: Hendra Gunawan
surya/ahmad zaimul haq
Tujuh mahaguru bentukan Dimas Kanjeng yang bertugas merekrut massa pengajian saat gelar perkara di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (7/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tujuh mahaguru diberi julukan khusus oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi agar terlihat lebih berwibawa untuk meyakinkan para pengikutnya.

Nama depan "Abah" wajib ada di depan nama para mahaguru itu.

Sadeli, misalnya, dijuluki sebagai "Abah Entong" oleh Dimas Kanjeng.

Marno Sumarno diganti namanya menjadi Abah Holil.

Lalu, Abdul Karim diberi nama Abah Sulaiman Agung, Atjep sebagai Abah Kalijogo, Biea Sutarno sebagai Abah Sukarno, dan Ratim sebagai Abah Abdul Rohman.

Kepala Sub-Direktorat I Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim mengatakan, para mahaguru Dimas Kanjeng itu sebagian besar tercatat sebagai warga Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Ada sebagian lagi warga Kecamatan Cengkareng dan Kecamatan Grogol," jelasnya, Senin.

Menurut Cecep, mereka diberi peran sebagai mahaguru sehingga Dimas Kanjeng bisa meyakinkan para pengikutnya.

Saat menjalankan tugas mengisi acara keagamaan bersama Dimas Kanjeng, mereka berpakaian bak

Jenggot jadi syarat utama menjadi mahaguru abal-abal ini.

Tak perlu menguasai ilmu agama, asal berjenggot agar kelihatan berwibawa bisa direkrut jadi mahaguru.

Hingga kini, para mahaguru palsu itu masih diperiksa oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Polisi masih mencari satu orang yang disebut-sebut berjuluk Abah Gimbal yang katanya berusia 600 tahun.

Ia disebut-sebut sebagai pengunggu 9 gudang gaib di padepokan. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan