Rabu, 22 April 2026

Kesaksian Losiam: Malam Ditelepon, Pagi Sang Anak Meninggal

Losiam tak menyangka, malam masih menerima telepon putranya. Pagi hari ia mendapat kabar kapal anaknya karam di perairan Nongsa, Batam.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Y Gustaman
Tribun Pontianak/Tito Ramadhani
Losiam Fin (tengah), ibu kandung Eldo, duduk berdampingan dengan nenek Eldo, saat berada di Gedung Yayasan Sejahtera, Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (8/11/2016). TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI 

ELdo tak punya pekerjaan tetap selama di Malaysia. Menurut informasi putranya menekuni pekerjaan di bidang teknologi informasi.

Selama bekerja di sana Eldo jarang mengirimkan uang kepada Losiam. Ia sudah senang putranya berkerja dan tak minta lagi ke orangtua. "Itu saja saya sudah bersyukur," aku Losiam.

Ketiga anak Losiam laki-laki. Eldo merupakan putra kedua. Saudara sulungnya sudah menikah dan bekerja di Miri, Malaysia. Sementara si bungsu, William, bekerja di Malaysia, tapi berbeda kota.

"Walau saya suka marahi dia, bagaimanapun sebagai ibu saya tetap sayang dia. Saya marah pun, dia tidak pernah melawan," kenang Losiam.

Eldo cukup sering mengabarkan kondisinya kepada Losiam, baik melalui sambungan telepon atau tatap muka melalui video call.

"Dia paling suka video call itu jam lima Subuh. Terakhir video call sama saya tanggal 30 Oktober kemarin, ngomong sama cucu saya atau keponakannya," jelas dia.

Losiam menyampaikan rasa terima kasih kepada BP3TKI Pontianak karena sudah membantu segala proses pemulangan jenazah Eldo dari Batam ke keluarganya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved