Memburu Jaringan Teroris Santoso

Kapolri Targetkan Operasi Tinombala Kelar di 2017

Meski pimpinannya telah tewas pada 2016, Polri tetap melanjutkan Operasi Tinombala pada 2017, kali ini memburu anggota Santoso yang tersisa.

Kapolri Targetkan Operasi Tinombala Kelar di 2017
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci S
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan di Markas Polres Cimahi, Jalan Raya Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (3/1/2017). Ia datang ke Polres Cimahi untuk memberikan penghargaan ke Kapolres Cimahi, AKBP Ade Syam Ari Indradi. TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Meski pimpinannya telah tewas pada 2016, Polri tetap melanjutkan Operasi Tinombala pada 2017, kali ini memburu anggota Santoso yang tersisa.

Sebab masih terdapat sembilan sampai 10 anggota jaringan Santoso yang masih berkeliaran di hutan di wiilayah Poso, Sulawesi Tengah.

"Masih berlangsung, dan terakhir memang ada kontak senjata. Ada korban dari kita (Satgas Tinombala)," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Polres Cimahi, Jalan Raya Cibabat, Kota Cimahi, Selasa (3/1/2017).

Satgas Tinombala kontak senjata dengan kelompok Santoso pada Selasa (20/12/2016). Seorang anggota Satgas Tinombala dari TNI AD tewas dalam kontak senjata.

Itulah mengapa Kapolri memerintahkan Operasi Tinombala harus terus dilakukan sampai semua anggota teroris kelompok Santoso tertangkap.

"Operasi akan berlangsung sampai April 2017," kata Tito.

Tito menegaskan, perburuan terus dilakukan sampai sisa kelompok teroris Santoso itu tertangkap semuanya. Apalagi, masih ada pentolan yang juga dianggap pengganti Santoso yang telah tewas.

"Insya Allah 2017 ini selesai," kata Tito.

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved