Senin, 13 April 2026

Sebelum Tragedi Penikaman di Pentas Calonarang, Muncul Dua Mahluk Misterius ini

Bendahara Desa Pakraman Tegal Jadi mengatakan, sebelum Rangda pentas, ada dua mahluk ini muncul di pinggir tembok tempat pementasan.

Editor: Rendy Sadikin
Tribun Bali/I Made Argawa/Prima/Dwi S
Lokasi pementasan calonarang di Pura Dalem Tegal Jadi, Minggu (16/4/2017). 

TRIBUN BALI/I Made Argawa

TRIBUNNEWS.COM, TABANAN - Peristiwa tertusuknya seorang krama saat pementasan Calonarang di Desa Pakraman Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali ternyata didahului oleh munculnya dua ekor ular di sekitar area pementasan.

Inikah sebagai pertanda secara niskala?

Bendahara Desa Pakraman Tegal Jadi, I Gede Suwela, mengatakan sebelum Rangda pentas, ada dua ekor ular muncul di pinggir tembok jaba kaja tempat pementasan.

Ular tersebut sempat meresahkan penonton karena muncul dengan kedaan melilit.

Meski sudah diupacarai oleh jro mangku, dua ular ini melilit dan tidak mau keluar dari areal pura.

Akhirnya prajuru adat menangkapnya menggunakan karung, kemudian dilepas di timur Pura Dalem yang merupakan tegalan.

Suwela pun coba menganalisa kemunculan dua ular itu.

"Barangkali itu pertanda akan terjadi hal ini, tapi jenis ularnya saya tidak tahu," ujarnya saat ditemui di Pura Dalem Tegal Jadi, kemarin.

Secara niskala, ibu kandung Putu Nadiasa, Ni Made Kandri, melakukan ritual mapekeling di Pura Dalem Tegal Jadi, kemarin.

Hal ini dilakukan untuk meminta petunjuk dari sesunan Pura Dalem terkait peristiwa yang menimpa anaknya.

Kandri mengaku, tidak tahu pasti kejadian yang dialami anak pertamanya itu.

Bahkan ia belum tahu bagaimana kondisi anaknya saat dibawa ke rumah sakit.

"Tiang ten uning. Dibi sanja tiang jumah (Saya tidak tahu kejadiannya. Tadi malam saya di rumah)," ujarnya.

Keris tertancap

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved