Senin, 4 Mei 2026

10 Garong Ikat Satu Keluarga di Lampung Pakai Tali Rafia, Begini Ceritanya

Perampokan terjadi di Lampung Utara, Senin (15/5/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
Dokumentasi Tribun Lampung
Perampokan terjadi di Lampung Utara, Senin (15/5/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. DOKUMENTASI TRIBUN LAMPUNG 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Anung Bayuardi

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Perampokan terjadi di Lampung Utara, Senin (15/5/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Korbannya Suwandi (60), warga Desa Sukamaju, RT 2/RW 3, Kecamatan Abung Semuli. Saat itu Suwandi hendak menunaikan salat Tahajud.

Kapolsek Abung Semuli AKP Tri Handoko mengungkapkan Suwandi mendengar suara seperti orang sedang berjalan di luar rumah saat akan berwudu.

"Korban mendengar suara gaduh di samping rumahnya," ungkap Tri.

Tri menjelaskan saat Suwandi membuka pintu depan rumah, seseorang menodongkan senjata api ke arahnya. Pelaku bersama tiga rekannya mengumpulkan Suwandi beserta anggota keluarganya di ruang tengah rumah.

"Pelaku mengikat tangan Suwandi sekeluarga menggunakan tali rafia," sambung Tri.

"Seorang pelaku sempat sekali menembakkan senjata api ke arah pintu kamar anak korban. Anak korban ketakutan dan tidak berani keluar kamar," sambung dia.

Para pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang lantas menguras harta benda Suwandi. Mulai dari uang tunai, perhiasan, hingga ponsel.

"Pelaku kemungkinan berjumlah 10 orang. Ada yang bersenjata golok dan senpi," ujar Tri sambil menambahkan perampokan terjadi sekitar 15 menit.

Tri mengungkapkan, tetangga Suwandi ketakutan lantaran beberapa pelaku ada yang berjaga di luar rumah Suwandi untuk mengawasi keadaan.

"Korban merugi uang tunai Rp 300 juta, perhiasan berupa kalung, cincin, dan anting seberat 100 gram, serta lima unit ponsel. Tidak ada korban jiwa dalam aksi perampokan ini," papar Tri.

Kepolisian mengimbau warga melakukan pencegahan dini peristiwa pencurian dan perampokan. Satu di antaranya dengan menggalakkan ronda di lingkungan masing-masing.

Kapolsek Abung Semuli Ajun Komisaris Tri Handoko mengungkapkan, rumah Suwandi berjarak sekitar satu kilometer dari pos ronda, sehingga kurang terjangkau petugas ronda.

Warga sebaiknya ikut ronda dengan berkeliling secara bergiliran. Polisi mengimbau warga sebaiknya tidak menyimpan uang dalam jumlah banyak di rumah.

"Untuk pembayaran-pembayaran dalam jumlah banyak, hendaknya bertransaksi di bank sehingga tidak memancing orang berbuat jahat. Simpan perhiasan di brankas, jangan di lemari pakaian," imbau Tri.

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved