Breaking News:

Berikut Perkembangan Proyek Flyover yang Bakal Dilalui Pemudik

Hujan deras selama tiga hari terakhir cukup menghambat pembangunan empat flyover atau jembatan layang di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Tribun Jateng/Muh Radlis
Pemasangan grider (balok beton) jembatan flyover Kandeman, Kabupaten Batang molor dari waktu yang telah ditentukan. Grider sepanjang 50,8 meter tersebut sedianya dipasang pada Kamis (25/5/2017) pukul 07.00 pagi seiring denga penutupan jalur pantura Batang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNNEWS.COM,SLAWI - Hujan deras selama tiga hari terakhir cukup menghambat pembangunan empat flyover atau jembatan layang di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Padahal, empat flyover tersebut harus sudah digunakan secara fungsional saat mudik Lebaran 2017 yang tinggal beberapa pekan lagi.

Kepala Tata Usaha Empat Flyover Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lindung Simbolong, mengatakan cuaca buruk masih menjadi kendala proyek nasional tersebut.

"Cuaca buruk dengan turunnya hujan berintensitas tinggi masih menghambat pembangunan," kata Lindung, Senin (29/5/2017).

Selain cuaca, arus lalu lintas juga menghambat pembangunan. Masih dijumpai kendaraan besar atau truk di atas empat sumbu roda melintas di jalur tersebut.

Meski demikian, pihaknya tetap berusaha agar empat flyover tersebut bisa digunakan pemudik yang akan melewati jalur tengah Jateng atau jalur Tegal-Purwokerto itu.

Untuk merealisasikan target pencapaian pengerjaan flyover, para pekerja bekerja siang dan malam selama 24 jam.

"Pada H-10, ditargetkan flyover bisa digunakan secara fungsional," tandas dia.

Seperti diketahui, empat flyover sedang dibangun di Tegal dan Brebes. Flyover Klonengan dan Kesambi Kecamatan Margasari di Kabupaten Tegal. Kemudian, Flyover Dermoleng Kecamatan Ketanggungan dan Kretek Kecamatan Paguyangan berada di Kabupaten Brebes.

Dari empat flyover itu, Flyover Dermoleng dan Klonengan yang paling cepat tahapan pembangunannya. Kemudian, disusul Flyover Kesambi dan paling lambat yakni Flyover Kretek yang baru di atas 75 persen.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved