Perdagangan Daging Alana serta Sosis Ilegal dan Tidak Sehat di Perbatasan
Ketiga produk ini merupakan produk impor dari pengusaha di Tawau, Malaysia.
Daging tersebut disiapkan pemerintah untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran, juga dalam rangka menyokong tingginya stok daging menjelang Lebaran.
"Yang daging alana dari Bulog itu legal, karena sudah lengkap surat-suratnya dan sudah melalui uji kesehatan. Sehingga aman untuk dikonsumsi. Sedangkan alana dari Tawau itu dokumennya tidak ada, otomatis tidak melalui uji kesehatan," sebutnya.
Fachry mengatakan, perdagangan komoditas daging alana dan produk makanan seperti sosis serta burger cukup marak terjadi di bulan Ramadan sampai Lebaran yang akan tiba beberapa hari ke depan.
"Mungkin ada distributor luar memanfaatkan momen Idul Fitri untuk mencari keuntungan tersendiri," sebutnya. (Wil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapolres-bulungan-akbp-muhammad-fachry_20170531_173433.jpg)