Senin, 13 April 2026

Pengadaan Mobil Dinas Baru Wali Kota Lhokseumawe Dua Kali Gagal Lelang

Saat lelang dibuk beberapa perusahaan menginfomasikan akan ikut namun, saat memasuki masa penawaran, mereka tak jadi ikut

Editor: Eko Sutriyanto
dok Serambi Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wali Kota (Walko) Lhokseumawe, Suaidi Yahya akan melanjutkan kepemimpinanmya hingga 2022 mendatang.

Namun, setelah dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu (12/7) hari ini, Suaidi dipastikan tetap menggunakan mobil dinas lama, meski dalam APBK 2017 sudah tersedia dana Rp 1,3 miliar untuk pengadaan mobil dinas baru.

Hal ini bisa terjadi karena dalam proses pengadaan mobil dinas baru tersebut sempat terjadi gagal lelang dua kali. Gagal lelang karena tak ada perusahaan yang mau ikut paket pengadan mobil dinas tersebut.

Informasi yang dihimpun Serambi, sejak dana pengadaan mobil itu dianggarkan dalam RAPBK 2017 sudah timbul protes dari berbagai kalangan, terutama anggota dewan.

DPRK saat itu sempat meminta pengadaan mobil tersebut ditunda dulu karena kondisi keuangan sedang defisit.

Begitu juga saat dana itu resmi tercantum dalam APBK 2017 Kota Lhokseumawe, kembali muncul kencaman dari kalangan LSM dan mahasiswa.

Namun, pengadaan mobil dinas Wali Kota itu tetap dilaksanakan yang dimulai dengan pengumuman lelang di LPSE setempat.

Pengumuman awalnya ditayang di LPSE Lhokseumawe pada 13 Juni 2017 namun, hingga memasuki masa akhir penawaran yakni 16 Juni, tak ada perusahaan yang ikut. Sehingga pada 17 Juni kembali dibuka untuk kedua kalinya, kembali terjadi hal yang sama.

Makanya, sampai sekarang belum bisa dipastikan kapan Wali Kota Lhokseumawe bisa menggunakan mobil dinas baru.

Kabag Pelayanan dan Pengadaan Barang Setdako Lhokseumawe, Tri Hariyadi, Selasa (11/7), mengatakan, saat lelang dibuka, beberapa perusahaan menginfomasikan akan ikut.

"Namun, saat memasuki masa penawaran, mereka tak jadi ikut. Makanya, sampai dua kali gagal lelang. Mengapa tak ada perusahaan yang mau ikut, kita juga kurang tau. Tapi ini pasti akan kita evaluasi,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan pimpinan bagaimana teknis agar mobil tersebut bisa segera terbeli. Alternatifnya dengan penunjukan langsung atau dilelang ulang.

Wakil Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe, M Hasbi mengatakan, karena sudah dua kali gagal lelang sudah sepantasnya dilelang kembali.

“Bila yang ketiga masih gagal, baru dilakukan penunjukan langsung. Karena dananya sudah ada dalam APBK, tak salah bila pengaadan mobil dinas itu disegerakan,” ungkap Hasbi.(bah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved