Kamis, 9 April 2026

KRI Teluk Banten Turunkan Pasukan Elite TNI AL di Balikpapan

Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Banten-516 tiba di dermaga Semayang, Selasa (8/8/2017) sekitar 09.00 Wita.

Editor: Dewi Agustina
Tribun Kaltim/Muhammad Fachri Ramadhani
KRI Teluk Banten yang membawa Komando Pasukan Katak TNI AL bersandar di dermaga Semayang, Selasa (8/8/2017). TRIBUN KALTIM/M FACHRI RAMADHANI 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Banten -516 tiba di dermaga Semayang, Selasa (8/8/2017) sekitar 09.00 Wita.

Terasa spesial kapal perang LST Class membawa Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia AL.

Bagaimana tidak, Kopaska merupakan salah satu pasukan elite militer Indonesia.

Kopaska terbagi menjadi 2 Komando di antaranya, Satuan Pasukan Katak Armatim di Ujung, Surabaya dan Satuan Pasukan Katak Armabar di Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Baca: Seorang Pemuda Jual Pacarnya yang Masih SMP, Tarifnya Rp 600 Ribu Sekali Kencan

Hal tersebut diungkapkan Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan S.P Siagian, Selasa (8/8/2017).

"Pagi ini kita kedatangan KRI Teluk Banten yang membawa salah satu pasukan khusus TNI AL," katanya.

Korps ini secara resmi didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Indonesia Soekarno untuk membantunya dalam masalah Irian Jaya.

Pasukan khusus ini sebenarnya sudah ada sejak 1954.

KRI Teluk Banten menjadi Kapal Perang ke empat yang tiba di Balikpapan.

Dua kapal Parchim Class, KRI Hasan Basri-382 dan KRI Lambung Mangkurat-374 lalu kapal Sigma Class KRI Frans Kaisiepo-368 terlebih dahulu merapat.

Kehadiran kapal perang tersebut dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Koarmatim 2017.
LKO tersebut meliputi penanganan terorisme di laut yang bakal digelar di Teluk Balikpapan.

"Menguji kesiapsiagaan operasional Koarmatim dalam melaksanakan tugas mengatasi kontra radikalisme, aksi terorisme di laut dan deradikalisasi," ujar Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan S.P Siagian.

Dalam LKO tersebut juga melibatkan kapal perang lainnya, yakni KRI Pandrong-801 (FPB class).

Dalam LKO tersebut juga melibatkan Pesawat udara CN-235 sebagai unsur Patroli Maritim, lalu penerjunan pasukan katak menggunakan helikopter.

"Pasukan Katak yang sudah barang tentu akan berperan sebagai penindak di dalam kegiatan latihan tersebut," ungkapnya. (bie)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved