Sebelum Meninggal, Guru Mengaji Keluarga Jokowi Sesak Nafas dan Tak Sadarkan Diri
Kiai kharismatik pendiri Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro Desa Laban, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, meninggal dunia.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum KH Agung Syuhada (47).
Kiai kharismatik pendiri Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro Desa Laban, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, meninggal dunia.
Menurut menantu KH Agus Syuhada, Muhammad Agus Salim, sebelum meninggal Agung mengalami sesak nafas.
"Tadi jam 3 pagi Abi (yah) mengalami sesak nafas dan tidak sadarkan diri," kata Agus ketika diwawancarai TribunSolo.com, Sabtu (26/8/2017).
Kemudian Agung oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Kustati Solo untuk mendapatkan perawatan.
"Pukul 04.30 WIB Abi tidak ada (meninggal dunia)," ungkapnya.
Selain sesak nafas, ungkap Agus, semasa hidup Agung memiliki riwayat banyak penyakit, di antaranya adalah penyakit gula.
Baca: Guru Mengaji Keluarga Presiden Jokowi Meninggal Dunia di RS Kustati Solo
Bahkan, Agung pun pernah menjalani operasi di rumah sakit di Jakarta.
"Dulu Abi pernah operasi di Jakarta," terang dia.
Agus mengungkapkan, Agung dikenal sebagai sosok yang humoris dan selalu membawa suasana nyaman di keluarga.
Meninggalnya kiai yang dikenal sebagai guru mengaji keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pukulan berat keluarga.
"Tidak disangka Abi meninggal secepat ini," kata dia.
Agung akan dimakamkan pukul 14.00 WIB di Pasarean Brayat Ageng kompleks makam keluarga Ponpes Khokifatullah Singo Ludiro. (
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menantu-kh-agus-syuhada-muhammad-agus-salim_20170826_144816.jpg)