Mengenal Owa Khas Kalimantan
Satu lagi satwa unik dan langka dari Pulau Kalimantan. Primata ini sekilas menyerupai monyet. Spesialnya, primata ini tidak memiliki ekor.
Sangat bertolak belakang dengan hutan tropis atau hutan hujan.
Walau bertempat tinggal di hutan belantara, bukan berarti Owa Kelempiau dianggap primata berbahaya bagi manusia.
"Owa bukan binatang beracun. Tidak bisa keluarkan racun. Sebaliknya, Owa yang merasa sedang dalam keadaan bahaya. Habitatnya banyak terancam," ungkap Hery.
Perkembangan terkini, sudah ada kesadaran untuk melestarikan Owa Kelempiau. Primata ini dipayungi Undang-undang Perlindungan Satwa.
Dilarang keras dibunuh atau diburu untuk diperjual-belikan. Barang siapa yang mengancam dan merusak populasi Owa Kelempiau tentu saja bakal berhadapan dengan meja hijau.
Khusus di Indonesia, Owa Kelempiau masih bisa mudah ditemui di lokasi konservasi.
Owa-owa dilindungi dalam wilayah taman nasional, seperti Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Kayan Mentarang.
"Di Balikpapan juga ada. Ditempatkan di Hutan Lindung Sungai Wain di Indonesia. Pernah ada Owa yang diselamatkan, diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam ditempatkan di Hutan Lindung Sungai Wain," ungkap Hery yang aktif di Balikpapan Scuba Diver.
"Kita sekarang kalau mau melihat Owa bisa di daerah Balikpapan. Bisa lihat di Hutan Lindung Sungai Wain. Primata langka ini menghuni Hutan Sungai Wain," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/owa-kalimantan_20170910_092707.jpg)