Kamis, 28 Mei 2026

Ini Tiga Sebab Masih Tingginya Jumlah Warga Miskin di Sumut Menurut Effendi MS Simbolon

Kemiskinan juga disebabkan minimnya pendidikan sehingga perlu memberikan perhatian khusus memberikan pendidikan ke masyarakat yang kurang mampu

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI), Effendi MS Simbolon (tengah) meninjau dalah satu stand saat pembukaan Pesta Bolon Indonesia di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Senin (3/7/2017). Acara yang digelar oleh Paguyuban Keluarga Simbolin tersebut sebagai bentuk kepedulian atas pelestarian adat istiadat suku Batak. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Seperti diketahui, pada 2018, anggaran desa dikisaran Rp 60 triliun untuk 74.910 desa di seluruh Indonesia. Pada 2018, dana desa ini ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan.

Meski sudah adanya dana desa dari pemerintah pusat, pemda dan pemerintah provinsi juga bisa memanfaatkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR).

Dana itu, katanya, bisa dimanfaatkan membangun desa seperti pembangunan infrastruktur di daerah.

"Diharapkan dana desa ini bisa meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar, baik kesehatan, pendidikan, dan prasarana dasar," ucapnya.

Simbolon melanjutkan, kemiskinan juga disebabkan masih adanya korupsi.

"Korupsi membuat layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Inilah yang membuat masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara," katanya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved