Senin, 20 April 2026

Erupsi Gunung Agung

Status Gunung Agung Naik Level Siaga

Gunung Agung kembali mengalami peningkatan aktivitas. Sebelumnya, Gunung Agung telah dinyatakan berstatus Waspada (Level II).

Editor: Dewi Agustina
https://magma.vsi.esdm.go.id/
Status Gunung Agung Naik ke Siaga (Level III). 

TRIBUNNEWS.COM, AMLAPURA - Gunung Agung kembali mengalami peningkatan aktivitas. Sebelumnya, Gunung Agung telah dinyatakan berstatus Waspada (Level II).

Namun, berdasarkan pengamatan https://magma.vsi.esdm.go.id/, gunung tertinggi di Bali itu telah mengalami peningkatan aktivitas lagi sehingga statusnya dinaikkan dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III).

Dalam keterangan https://magma.vsi.esdm.go.id/, gunung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali dengan Longitude: 115.508, Latitude: -8.342, dan Tinggi Puncak: 3142 mdpl itu telah mengalami peningkatan aktivitas sehingga statusnya dinaikkan menjadi Siaga (Level III).

Sesuai data website tersebut, suhu di sekitar gunung berkisar 20.0 hingga 28.0 °C.

Dalam website itu juga dijelaskan, dengan adanya kenaikan status tersebut, maka rekomendasi pada masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas.

Baca: Daftar Wilayah yang Berpotensi Kejatuhan Piroklastik dan Lahar Jika Gunung Agung Meletus

Masyarakat maupun pendaki pun tidak boleh melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak Gunung Agung atau pada elevasi di atas 950 m dari permukaan laut dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7.5 km.

Dilansir dari ilmugeografi.com, sebuah gunung awalnya terbentuk dari aktivitas vulkanisme di perut bumi yang waktunya pun sangat lama.

Jenis Gunung Berdasarkan Sifat Erupsi
Ada bermacam macam jenis gunung, mulai dari gunung purba hingga yang masih baru, baik yang terbentuk akibat tenaga tektonik hingga vulkanik.

Namun untuk gunung berapi, terbentuk dari aktivitas vulkanik.

Berikut ini adalah jenis gunung jika dilihat dari sifat dan material yang dikeluarkan saat terjadi erupsi:

Gunung Berapi Perisai
Pada jenis ini gunung terbentuk akibat magma yang keluar sangat encer sehingga terus melebar dan terkadang membentuk sebuah pulau.

Gunung api di tipe magma ini encer tidak akan menjulang tinggi, melainkan hanya melebar sehingga berbentuk mirip perisai adapun contohnya gunung Mauna Kea dan Mauna Loa yang terletak di Kepulauan Hawaii.

Baca: Diduga Korban Pembunuhan, Cici Ternyata Ibu Tiri Vokalis The Rain Indra Prasta

Gunung Berapi Maar
Gunung dengan jenis seperti ini mengeluarkan erupsi yang bersifat eksplosif sehingga bahan yang dikeluarkan sangat sedikit, sumber magma relatif dangkal dan sempit.

Karena material yang keluar sedikit, umumnya gunung seperti ini tidak terlalu tinggi namun tersusun atas bahan bahan padat dan pada bagian kawahnya membentuk sebuah cekungan lebar dan tak jarang terisi dengan air sehingga membentuk sebuah danau.

Gunung Berapi Strato
Gunung ini mirip dengan Gunung Agung yang ada di Bali, yaitu terbentuk dari erupsi yang berlangsung secara eksplosif dan efusif yang terjadi silih berganti secara terus menerus dalam kurun waktu sangat lama sehingga menyebabkan lereng mempunyai banyak lapisan dan dijumpai banyak batuan.

Gunung berapi jenis ini tinggi dan paling banyak ditemukan di dunia dan di Indonesia, contoh gunung Merapi, kelud, merbabu, semeru dan lainnya.

Baca: Jasad Supriyanto Korban Kedua Terkaman Buaya Ditemukan saat Para Pawang Tinggalkan Lokasi

Status Level Gunung Sebelum Meletus
Penyebab gunung berapi meletus karena aktivitas vulkanik yang terjadi dalam perut bumi di sekitar gunung, yang dimulai dari adanya tekanan kuat dari dalam mengerakan magma ke segala arah.

Proses vulkanik seperti itu berlangsung secara perlahan dan dalam beberapa tahap, ada aktivitas vulkanik yang langsung mengarah pada kejadian gunung meletus namun ada juga yang tidak mengarah kesana.

Untuk mengetahuinya, berikut ini adalah status level suatu gunung berapi sebelum meletus.

Kita perlu mengetahui tingkatan-tingkatan ini agar bisa mengamati dan berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu gunung akan meletus.

Gunung Agung
Gunung Agung (www.gunungbagging.com)

Level Normal
Sebuah gunung berapi dapat dikatakan berada dalam kondisi aman atau normal apabila memiliki ciri ciri seperti tidak dijumpai gejala aktivitas magma atau dapat dikatakan bahwa gunung dalam kondisi tidur.

Pada level ini gunung bebas dikunjungi oleh masyarakat dan dibuka untuk umum.

Level Waspada
Memiliki tanda seperti dijumpai aktivitas gunung melebihi batas normal seperti aktivitas seismik dan kejadian vulkanik lainnya dan mulai menunjukan aktivitas magma, tektonik dan hidrothermal di sekitar gunung.

Upaya yang wajib dilakukan yaitu penyuluhan kepada masyarakat, mengecek kesiapan sarana dan melakukan penilaian untuk mengukur level bahaya.

Saat ini, Gunung Agung di Bali ada di level ini, tidak heran institusi pemerintahan dan penanggulangan bencana tengah mempersiapkan kebutuhan seperti masker dan tenda.

Level Siaga
Pada level ini menandakan bahwa gunung dalam proses letusan.

Tandanya, ada peningkatan seismik secara signifikan dan telah memenuhi semua syarat untuk terjadi letusan.

Apabila aktivitas seperti ini terus meningkat maka biasanya letusan akan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu.

Upaya yang wajib dilakukan yakni melakukan sosialisasi terhadap wilayah dalam radius bahaya, menyiapkan sarana darurat dan melakukan piket secara penuh.

Level Awas
Level ini merupakan tahap akhir.

Gunung berapi diperkirakan akan segera meletus atau sedang meletus ataupun terlihat dampak tambahan yang bisa mengakibatkan bencana.

Letusan pertama ditandai dengan membumbungnya debu dan asap dalam skala besar dan akan menjadi letusan dalam 24 jam kedepan.

Di level ini sudah tidak ada kompromi. Harus dilakukan upaya pengosongan semua wilayah yang masuk dalam radius bahaya dan melakukan koordinasi terpadu.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved