Erupsi Gunung Agung

Kemenhub Siapkan 10 Bandara Buat Antisipasi Erupsi Gunung Agung

diprediksi ada 5.000 penumpang yang akan terdampak bila bandara Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung

Kemenhub Siapkan 10 Bandara Buat Antisipasi Erupsi Gunung Agung
Tribun Bali/Putu Candra
Asap solfatara menyembul dari puncak Gunung Agung, dilihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Selasa (26/9) petang. 

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Langkah antisipatif dilakukan sejumlah pihak, terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali, termasuk tindakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dilaporkan, Kemenhub telah menyiapkan 10 Bandara untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi usai menggelar rapat dengan jajaran Kemenhub dan stakeholders setelah pembukaan acara Asian Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) di Hotel Westin Nusa Dua pada Selasa (26/9/2017).

“Ada sepuluh bandara yang kita siapkan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung yaitu di Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang, Banyuwangi,” ujar Menhub dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Menhub menjelaskan, diprediksi ada 5.000 penumpang yang akan terdampak bila bandara Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menhub mengatakan telah menyiapkan dua rencana (plan).

Rencana pertama memindahkan penumpang ke rute Banyuwangi dan Praya.

Adapunrencana kedua antara Banyuwangi dan Surabaya melalui jalur darat.

“Kemenhub telah menyiapkan 100 bus untuk mobilisasi penumpang keluar Bali melalui Banyuwangi, Surabaya dna Praya. Dari jumlah 5000 penumpang yang diperkirakn terdampak, 70 persennya diperkirakan akan keluar dari Bali. Sedangkan 30 persennya merupakan penumpang yang berasal dari Bali sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk mengantar,” jelas Menhub.

Untuk penanganan penumpang selanjutnya, setelah tiba di Surabaya, Banyuwangi dan Praya diserahkan kepada masing-masing maskapai penerbangan.

Lebih lanjut Menhub mengatakan bahwa kesepuluh bandara yang disiapkan adalah untuk alternatif pendaratan (divert) terhadap pesawat yang sudah terbang menuju Bali.

“Jadi pesawat akan didaratkan ke lokasi terdekat pesawat itu berada atau arah datangnya pesawat. Contohnya jika pesawat tersebut berada di posisi dekat bandara di Makassar, maka pesawat tersebut akan mendarat disana (Makassar). Untuk pengalihan tersebut nanti Airnav yang akan melakukan,” terang Menhub.

Selain itu Menhub meminta masing-masing otoritas bandara berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Masing-masing otoritas harus berkoordinasi dengan instansi terkait contohnya jika turis tersebut harus over stay karena kejadian erupsi Gunung Agung maka Imigrasi harus memberikan bantuan terkait perpanjangan visa turis tersebut. Untuk kelancaran barang-barang bantuan saya minta agar berkoordinasi dengan Bea Cukai,” papar Menhub.

Hadir pada rapat koordinasi perwakilan dari Ditjen Perhubungan Udara, Otoritas Bandara Ngurah Rai, Ditjen Perhubungan Darat, PT. Angkasa Pura I, AirNav dan perwakilan airline.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved