Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Keluarga Soroti Dugaan Kelalaian Medis
Kisah pilu Nuri Khairima ungkap dugaan malpraktik RSUP M Djamil Padang usai bayinya Alceo meninggal dunia.
Ringkasan Berita:
- Seorang ibu, Nuri Khairima, mengungkap dugaan malpraktik RSUP M Djamil Padang setelah bayinya, Alceo Hanan Flantika (14 bulan), meninggal dunia usai dirawat akibat luka bakar.
- Ia menilai penanganan medis lambat dan kurang komunikatif.
- Kasus ini disorot FABEM sebagai kegagalan sistemik layanan kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM, Padang – Kisah memilukan seorang ibu bernama Nuri Khairima mencuat di media sosial setelah ia mengungkap dugaan malpraktik yang menimpa buah hatinya, Alceo Hanan Flantika (14 bulan), di RSUP M Djamil Padang.
Alceo meninggal dunia pada Jumat (3/4/2026) usai menjalani serangkaian perawatan pasca luka bakar akibat tersiram air panas.
Dalam wawancara dengan TribunPadang.com pada Jumat (17/4/2026), Nuri menceritakan kronologi sejak anaknya dirujuk dari RS Hermina Padang ke RSUP M Djamil untuk operasi debridement.
Ia sempat menolak rujukan tersebut, namun pihak RS Hermina menyarankan karena fasilitas dan tenaga medis di RSUP M Djamil dinilai lebih lengkap.
Setibanya di IGD RSUP M Djamil pada Kamis (26/3/2026), Nuri mengaku anaknya tidak langsung mendapat ruang perawatan.
“Anak saya menangis kesakitan sambil digendong, karena tempat tidur IGD penuh,” ujarnya.
Ia juga menilai respons tenaga medis terhadap kondisi kritis Alceo lambat dan kurang komunikatif.
Alceo baru menjalani operasi pada Jumat (27/3/2026) malam setelah menunggu lebih dari 24 jam.
Pasca operasi, ia dirawat di ruang HCU Bedah dan sempat menunjukkan tanda-tanda membaik.
Namun, kondisi kembali menurun pada 31 Maret hingga kritis pada 2 April.
Nuri menyebut penanganan medis tidak segera dilakukan meski ia berulang kali melapor. Alceo baru dipindahkan ke ruang PICU pada Kamis siang, namun sehari kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Nuri menilai kronologi tersebut menjadi dasar bagi keluarga untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian pelayanan.
“Bisa dikatakan tidak ada penanganan serius hingga anak saya meninggal,” tegasnya.
Baca juga: Dituding Malpraktik Sebabkan Anak 10 Tahun Meninggal, Dokter Ratna Gugat Kemenkes dan Presiden
FABEM Soroti Dugaan Kegagalan Sistemik
Sekretaris Dewan Pusat Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (DPP FABEM), Riki Pratama, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi individual, melainkan alarm atas dugaan persoalan sistemik dalam pelayanan kesehatan rujukan.
“Ini bukan sekadar kasus individual. Ini adalah kegagalan sistemik pelayanan kesehatan rujukan. Keluarga berhak mendapatkan kejelasan dan keadilan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Bayi-121.jpg)